Rabu, 28 April 2010

Memilih mainan terbaik


Sebagai orangtua kita mungkin sering bingung dalam memilih mainan untuk buah hati kita. Adakalanya ketika melewati toko mainan hati tergerak ingin membeli mainan terbaik bagi sang buah hati namun ragu karena begitu banyak jenis mainan yang ditawarkan.

Kegiatan bermain anak dimulai sejak usia beberapa bulan hingga ia tumbuh menjadi balita dan kanak-kanak. Permainan akan membangun fungsi tubuh anak berkembang lebih baik.

Beberapa psikolog mengungkapkan, kecerdasan dan fungsi tubuh anak bisa dibangun lewat aktivitas bermain. Namun, permainan yang meningkatkan fungsi kognitif anak harus disesuaikan dengan usia,

Jenis dan tipe permainan anak berbeda-beda di tiap usia. Usia di bawah tiga tahun misalnya, anak akrab dengan pararel play atau bermain sendiri. Barulah anak di usia empat tahun ke atas anak mulai mengenal permainan kelompok. Ada tahapannya dan orang tua bisa membimbing anak dalam proses itu

Pada dasarnya, semua jenis permainan bisa menyenangkan sekaligus memberi pelajaran bagi anak. Namun, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam memilih mainan anak.
Hindari mainan yang terbuat dari bahan berbahaya,jangan tajam sehingga bisa melukai anak, memiliki tali panjang yang bisa menjerat anak, benda yang bisa pecah dalam bentuk kecil hingga bisa ditelan. Dalam permainan peran orang dewasa yang mengawasi sangat penting untuk menjelaskan maksud permainan sekaligus menjaga keamanan anak saat bermain.

Karena anak yang sedang tumbuh membutuhkan aktivitas dan bergerak disarankan agar orang tua tidak memperkenalkan mainan minim gerakan tubuh seperti video game. Pasalnya, anak yang bermain cenderung kurang gerak sehingga mempengaruhi pertumbuhan kognitif dan motoriknya. Kalau diperkenalkan terlalu dini, anak akan berkembang dengan emosi tak hangat, dan memiliki keseimbangan motorik yang kurang.

Untuk itu disarankan agar memperkenalkan mainan kepada anak di atas usia Sekolah Dasar atau di atas 10 tahun. Di usia lebih muda dari itu, bermain dan bergerak adalah hal paling utama.

Sabtu, 03 April 2010

Belajar Seumur Hidup


Menjadi orang tua tak selamanya mudah

Belajar dan terus belajar,
proses yang tak pernah berhenti dan selalu bergulir
Orang tua tak selamanya benar dan bijaksana
Justru dengan kehadiran anak orang tua bisa belajar dan menjadi bijak

Expecially for my smart hero' Farrell Zhafif Indrawan'
thanks sayang
kamu udah mengajarkan mama agar menjadi bijak