Minggu, 07 November 2010

Fabulous 30 th

Kontemplasi…

Siapapun yg bekerja pasti merasakannya,
Keputusan untuk meninggalkan pekerjaan rutin tidak selamanya menjamin kecukupan pemenuhan waktu bagi keluarga.
Tidak jarang waktu kerja yang tidak menentu malah mengambil porsi yg lebih besar

Membaca sebuah tips,"Work life balance it’s about knowing and believing your priorities".
Namun perlu diingat segala hal yg tepat dan sesuai mengenai work life balance tidak harus sama pada setiap orang

Hari ini usiaku genap sudah 30 tahun.
Ada istilah yang menyatakan 'Fabulous 30', mungkin benar adanya
Pencapaian demi pencapaian yang telah kulalui seiring dengan apa yang telah kumiliki sudah sepantasnya aku sujud syukur kepada Allah SWT.
Menempati posisi teratas atau diatas, dihargai,dicintai dan bahkan dipuja itu adalah pencapaian dan keinginan semua orang.
Dan suatu waktu kekecewaan,kelelahan,diremehkan,hujatan atau cemoohan mungkin terjadi.
Dalam perjalanan kehidupan betapa kenikmatan dan impian akan selalu diselingi dengan sandungan-sandungan dan kerikil yang bilamana kita telah melampauinya maka nikmat tersebut akan lebih mendalam.
Bukankah kita akan merasakan bahagia apabila ada penyeimbang dalam hidup ini. jika semua yang kita lalui mulus saja niscaya akan datar saja hidup ini.

Setelah menikah dan menjadi seorang ibu aku lebih menyadari betapa banyak yang telah kudapatkan dan betapa besar nikmat yang kurasakan.
Betapa pencapaian impian akan seiring sejalan dengan penghargaan terhadap keluarga terlebih dahulu.
Sukses bukan lagi kebanggaan pribadi akan posisi dan karir yang menjulang, "Try not to be a man of success but also a man of value"
Bagiku membagi waktu antara kerja dan keluarga harus dalam siklus yang seimbang dan aku mengkompensasikannya dengan me time

Prioritas, itulah kunci dari work life balance sesungguhnya,
Kembali lagi apa yang menjadi impian dan harapan semuanya ada ditangan kita
Semoga usia yang diberikan Allah menjadi berkah tidak hanya buat diri sendiri, namun juga keluarga dan mudah-mudahan buat sesama. Amin

My Dear Gustam : Thanks to be my husband, best friend, soul mate and give me the freedom to be me... ;)
My 'Smart Hero'(Apple) Farrell Zhafif Indrawan: Your smile give me the whole world
Love you honey

Jumat, 23 Juli 2010

Ada apa dengan Hari Anak Nasional

Awalnya adalah digagas oleh Alm. mantan Presiden Soeharto,Peringatan Hari Anak Nasional(HAN)selalu diperingati setiap tanggal 23 Juli
Hari Anak Nasional (HAN)seharusnya merupakan hari yang sepenuhnya manjadi milik anak Indonesia, baik yang berada didalam Negeri maupun di luar Negeri.

Anak adalah masa depan. Siapapun yang berbicara tentang masa yang akan datang, harus berbicara tentang anak-anak.
Menyiapkan Indonesia ke depan, tidak cukup hanya berbicara soal income per capita, pertumbuhan ekonomi, nilai investasi, atau indikator makro lainnya. Sesuatu yang paling dasar adalah, sejauh mana kondisi anak disiapkan oleh keluarga, masyarakat, dan negara.
Membuat perencanaan masa depan tanpa memperhitungkan variabel anak adalah sebuah pikiran amoral dan ahistoris, karena tidak meletakkan manusia sebagai faktor determinan dalam perubahan masyarakat. Bila itu terjadi, maka dalam prosesnya akan dengan mudah melupakan faktor-faktor kepentingan anak, dan lebih untuk menuruti egoisme manusia dewasa yang berfikir hanya untuk kepentingan sesaat.
Anak-anak karena ketidakmampuan, ketergantungan dan ketidakmatangan, baik fisik, mental maupun intelektualnya perlu mendapat perlindungan, perawatan dan bimbingan dari orang tua (dewasa). Perawatan, pengasuhan dan pendidikan anak adalah kewajiban agama dan kemanusiaan yang harus dilaksanakan mulai dari orang tua, keluarga, masyarakat, bangsa dan negara.

Sayangnya anak-anak Indonesia belum semuanya bisa tertawa gembira dan hidup dengan penuh pengharapan. Sebagian dari mereka hidup dalam suasana muram, penuh tekanan, bahkan ancaman yang menurunkan derajat peradaban kemanusiaan.
Serbuan hedonisme, materialisme, dan kebudayaan yang massif atas nilai-nilai moral dan agama adalah sesuatu yang sesungguhnya sangat mengkhawatirkan bagi tumbuhnya generasi muda yang diharapkan akan membawa negeri ini mencapai peradaban tertinggi. Demikian juga masalah kemiskinan yang belum beranjak pergi, menjadikan persoalan anak belum surut. Dalam situasi kemiskinan, perempuan dan anak-anak adalah kelompok yang paling menderita. Tingkat kesejahteraan mereka menurun, yang berarti hak-hak mereka sebagai anak kurang terlindungi.

Berdasarkan hasil Survey Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI), kondisi kesehatan dan gizi adalah; (a). angka kematian bayi, tahun 2002/2003 sebesar 35/1000 atau terdapat 35 bayi yang meninggal di antara 1000 bayi yang dilahirkan, atau berarti setiap hari ada 430 kematian bayi di Indonesia; (b). kematian balita, sebesar 46/1000 atau setiap hari ada 566 kematian balita; (c). status gizi, pada tahun 2005 jumlah anak kurang gizi sekitar 5 juta dan anak gizi buruk sekitar 1,5 juta, dan 150.000 anak menderita gizi buruk tingkat berat (marasmus-kwasiorkor). Jumlah anak yang meninggal akibat gizi buruk tersebut mencapai 286 anak; (d). air susu ibu (ASI) eksklusif, yakni ibu yang menyusui bayi di atas 4 bulan mengalami penurunan dari 65,1 % pada Susenas 1998 menjadi 49,2% pada Susenas 2001.
Dalam sektor pendidikan; (a).angka partisipasi sekolah, tahun 2004 untuk anak usia 13-15 tahun sebesar 83,4 % sedangkan untuk anak usia 16-18 tahun sebesar 53,4 %; (b). angka mengulang kelas, data tahun 2004/2005 menunjukkan persentase sebesar 5,4 % untuk anak usia SD dan 0,44 % untuk SMP/Mts; (c). angka putus sekolah, tahun 2005/2006 menunjukkan sebesar 2,96 % untuk SD/MI dan 1,6 % untuk SMP/MTs; (d). angka melanjutkan sekolah, tahun 2005/2006 mencatat hanya 72,5 % anak yang melanjutkan pendidikan ke tingkat SMP/MTs.
Aspek perlindungan anak lebih memprihatinkan; (a). anak tanpa akte kelahiran, berdasarkan hasil Susenas 2001 angkanya mencapai 60 % atau anak yang sudah memiliki akte kelahiran baru mencapai 40%; (b). anak korban kekerasan dan perlakuan salah, menurut laporan kepolisian pada tahun 2002 tercatat 239 kasus dan pada tahun 2003 meningkat menjadi 326 kasus; (c). anak jalanan, diperkirakan secara nasional mencapai 60.000-75.000 dan menurut Departemen Sosial 60 % di antaranya putus sekolah; (d) anak yang berkonflik dengan hukum, setiap tahun terdapat lebih dari 4.000 perkara pelanggaran hukum yang dilakukan oleh anak di bawah usia 16 tahun. Data lainnya menyebutkan hingga tahun 2002 terdapat 3.722 anak yang menjadi penghuni lembaga pemasyarakatan.
Lebih mengerikan, data di Badan Narkotika Nasional menyebutkan anak korban penyalahgunaan narkoba, 70 % dari 4 juta pengguna narkoba adalah anak berusia 4-20 tahun atau sekitar 4 % dari seluruh pelajar yang ada. Sedangkan kasus AIDS/HIV, hingga Desember 2005 terdapat 4.243 kasus HIV, dan 5.320 kasus AIDS. Dari jumlah tersebut 438 kasus terjadi pada anak usia 0-19 tahun. Sementara korban kerja paksa, trafficking, pelacuran anak, dan anak-anak di pengungsian belum tersedia data yang memadai. Tetapi diyakini, jumlahnya mencapai ribuan anak.

So, sebagai orangtua, orang dewasa dan sebagai bangsa Indonesia apa upaya kita untuk menyelamatkan masa depan anak-anak Indonesia?

Sabtu, 03 Juli 2010

Curhat nih....

Hari libur, namun ada pembayaran urgent yang harus dilakukan pagi ini, segera aku menuju warnet yg hanya berjarak 100 m dari rumah karena ATM lumayan jauh mendingan pembayaran via intenet banking aja (he..he.. maklum biasa pake jatah dari kantor suami sih, giliran gak dapat fasilitas netbook dan modem rasanya agak terbatas aja ruang gerak di dunia maya solusiya ya warnet aja deh)

Namun betapa kagetnya aku jam 8 pagi begini warnet dipenuhi anak-anak usia sekolah huff.. akhirnya aku sadar ini musim liburan sekolah, pantes aja anak-anak yang masih belekan sudah pada mantengin warnet) yang ramenya ngalahin pasar pagi(hiperbola dot com. Tapi yang membuatku penasaran sekaligus prihatin adalah penjelasan sang penunggu warnet (kayak rumah atau pohon angker aja ada penunggunya yak :>)anak-anak ini biasa nongkrongi game online PB dari pagi sampai menjelang sore.

Oh iya PB itu adalah permainan Point Blank, ceritanya adalah pertempuran (battle) antara penegak hukum dan teroris. Setiap mengikuti battle pengalaman pemain akan bertambah dan bisa naik pangkat. Apabila memenangkan battle para PBers (sebutan untuk pemain PB) mendapatkan poin atau voucher cash yang bisa digunakan untuk membeli senjata mutakhir (Bisa anda bayangkan betapa menegangkan dan membuat jantung berdegup kencang :<)
Dalam permainan ini juga mengenal istilah klan yakni kelompok PBers yang sudah mumpuni dan sesama anggota klan biasanya akan saling membantu dan pinjam senjata.

Selain permainan ini tergolong keras (saya menyebutnya demikian karena permainan tersebut memang menampilkan tayangan kekerasan seperti letupan senjata api atau dentuman ledakan granat bahkan sesekali terlihat darah dari pemain yang tewas tertembak) menurut saya sangat membahayakan. Bagaimana tidak membahayakan, kekerasan menjadi hal biasa dan bisa jadi lama kelamaan anak-anak tidak lagi memiliki kehangatan emosional bahkan melakukan bullying akibat permainan yang tidak mendidik.

Sebagai seorang ibu, saya sangat prihatin tidak saja dengan perkembangan mental anak-anak kita kedepannya, namun lebih dari itu amat diperlukan upaya yang keras dan konsistem dari kita sebagai orang tua agar anak- anak kita jangan sampai kehilangan jiwa anak-anak didalam dirinya serta kehangatan emosionalnya karena diera digital ini kita tak dapat sepenuhnya membendung rasa ingin tahu dari anak-anak kita serta kemajuan informasi itu sendiri.

Kamis, 03 Juni 2010

Juni, Afrika Selatan dan Piala Dunia 2010

Memasuki bulan Juni hawa yang selama ini panas (kita selalu menyalahkan global warming adalah pemicu perubahan iklim ini tanpa instropeksi sebenarnya kita juga adalah pelaku pengerusakan ekosistem bumi ini)semakin 'panas' saja. 'Demam' bola dimana-mana.
Ada anonim yang mengatakan Bola memang bisa menyatukan semua, sah-sah saja karena begitu dahsyatnya kekuatan bola ini bahkan puluhan ribu atau bahkan jutaan mata rela begadang hanya demi siaran langsung pertandingan bola. Atau yg lebih ekstrem banyak yang sampai menggadaikan harta dan uangnya demi bertaruh atas kemenangan tim favoritnya.

Berbicara mengenai Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan, sungguh merupakan hal yang menarik buat saya pribadi,(sebelumnya jangan berfikir saya adalah seorang pecinta sepakbola, sama sekali tidak, saya kurang tertarik untuk urusan bola itu sendiri)saya kagum kepada negara yang perut buminya menyimpan cadangan berlian ini.(sejarahnya...)

Mengingat begitu kayanya salah satu negara tertua di benua Afrika ini, saya tak habis fikir mengapa negara yang semestinya makmur dan sentosa berkat sumberdaya alamnya begitu timpang dengan kehidupan sosialnya.
Ada banyak kemiskinan dan kelaparan disana, narkotika, tindak kriminal dan angka perkosaan yang tinggi, serta perdagangan manusia (anak dan perempuan khususnya)sungguh sebuah ironi.

Terpilihnya Afrika Selatan sebagai tuan rumah penyelenggara 'pesta akbar FIFA WORLD CUP' seharusnya tidak saja memakmurkan para cukong atau pemilik bisnis yang berkaitan dengan event ini, namun lebih dari itu diharapkan dunia dapat melihat secara lebih dekat kondisi nyata Afrika Selatan yang sebenarnya (bukan hanya Capetown atau Johannesburg)

Teruslah berjuang Perempuan Afsel, tegakkan kepala dan berjalanlah tegar hadapi masa depanmu...!

Sabtu, 15 Mei 2010

What we can live without

Memiliki banyak hal merupakan sebuah kebanggaan atau suatu keberuntungan
Namun, memiliki sedikit, menikmati dan mensyukuri atas apa yang dimiliki tersebut merupakan pondasi mencapai kebahagiaan sejati

Banyak dari kita selalu fokus atas apa yang tidak kita miliki dan berusaha untuk memilikinya. Entah apakah hakikatnya hasrat manusia tak ada habisnya, namun begitulah adanya.

Pernahkah kita menilik apa saja yang sudah kita miliki dan bagaimana proses kita memilikinya?
Dengan mengingat kembali hal-hal tersebut mungkin bisa mengembalikan pijakan hati kita akan sebuah perjuangan dan rasa syukur karena telah diberikan kesempatan untuk menikmatinya.

Bagaimana jika semua yang kita miliki akan diambil kembali olehNya? mampukah kita dengan ikhlas melepaskannya pada Sang Pemberi?

Sepertinya kita harus bisa melepaskannya sama seperti ketika bisa meraihnya.
Bukankah didunia ini tidak ada yang abadi selain ketidakabadian itu sendiri?

Rabu, 28 April 2010

Memilih mainan terbaik


Sebagai orangtua kita mungkin sering bingung dalam memilih mainan untuk buah hati kita. Adakalanya ketika melewati toko mainan hati tergerak ingin membeli mainan terbaik bagi sang buah hati namun ragu karena begitu banyak jenis mainan yang ditawarkan.

Kegiatan bermain anak dimulai sejak usia beberapa bulan hingga ia tumbuh menjadi balita dan kanak-kanak. Permainan akan membangun fungsi tubuh anak berkembang lebih baik.

Beberapa psikolog mengungkapkan, kecerdasan dan fungsi tubuh anak bisa dibangun lewat aktivitas bermain. Namun, permainan yang meningkatkan fungsi kognitif anak harus disesuaikan dengan usia,

Jenis dan tipe permainan anak berbeda-beda di tiap usia. Usia di bawah tiga tahun misalnya, anak akrab dengan pararel play atau bermain sendiri. Barulah anak di usia empat tahun ke atas anak mulai mengenal permainan kelompok. Ada tahapannya dan orang tua bisa membimbing anak dalam proses itu

Pada dasarnya, semua jenis permainan bisa menyenangkan sekaligus memberi pelajaran bagi anak. Namun, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam memilih mainan anak.
Hindari mainan yang terbuat dari bahan berbahaya,jangan tajam sehingga bisa melukai anak, memiliki tali panjang yang bisa menjerat anak, benda yang bisa pecah dalam bentuk kecil hingga bisa ditelan. Dalam permainan peran orang dewasa yang mengawasi sangat penting untuk menjelaskan maksud permainan sekaligus menjaga keamanan anak saat bermain.

Karena anak yang sedang tumbuh membutuhkan aktivitas dan bergerak disarankan agar orang tua tidak memperkenalkan mainan minim gerakan tubuh seperti video game. Pasalnya, anak yang bermain cenderung kurang gerak sehingga mempengaruhi pertumbuhan kognitif dan motoriknya. Kalau diperkenalkan terlalu dini, anak akan berkembang dengan emosi tak hangat, dan memiliki keseimbangan motorik yang kurang.

Untuk itu disarankan agar memperkenalkan mainan kepada anak di atas usia Sekolah Dasar atau di atas 10 tahun. Di usia lebih muda dari itu, bermain dan bergerak adalah hal paling utama.

Sabtu, 03 April 2010

Belajar Seumur Hidup


Menjadi orang tua tak selamanya mudah

Belajar dan terus belajar,
proses yang tak pernah berhenti dan selalu bergulir
Orang tua tak selamanya benar dan bijaksana
Justru dengan kehadiran anak orang tua bisa belajar dan menjadi bijak

Expecially for my smart hero' Farrell Zhafif Indrawan'
thanks sayang
kamu udah mengajarkan mama agar menjadi bijak

Senin, 15 Maret 2010

Mengajarkan Matematik pada bayi dan kanak-kanak

Setelah membahas mengajar membaca pada bayi dan kanak-kanak beberapa waktu lalu, kini kita lanjutkan tahap selanjutnya dengan Mengajarkan Matematik pada bayi dan kanak-kanak
dengan Dot Cards (Metode Glenn Doman)

Bahan yang digunakan :

Pertama,
Seratus potong kertas manila putih berukuran
28 x 28 cm, masing-masing pada salah satu mukanya
ada DOTS atau bola merah dengan garis tengah 2 cm.

Bola-bola ini berjumlah dari SATU hingga SERATUS pada
kartu terakhir. Dibalik kartu terdapat angka yang
menyatakan jumlah bola yang ada.

Dots/bola digambarkan secara acak/menegak di atas kertas tsb.

Kedua,
Seratus potong kartu yang lebih ringan 14 x 14 cm
bertuliskan sebuah angka merah setinggi 12,5 cm mulai
dari angka 1 hingga 100 pada kartu terakhir.

Warna merah dipakai karena memang menarik bagi seorang anak.

Cara mengajarkan :
Ambillah kartu yang ada SATU bola merahnya saja,
Sekarang angkatlah kartu tersebut di luar jangkauan tangannya
dan katakan kepadanya, "INI SATU".
(Jangan sampai si anak melihat benda-benda lain. )

Tunjukkan kepadanya sesingkat mungkin. Dua atau tiga detik.
Kemudian letakkan kartu tersebut terbalik di pangkuan kita.
Pada mulanya anda akan merasa janggal. Namun demikian,
semakin kita mahir menggunakan kartu-kartu itu, semakin
cepat anak kita dapat memahaminya.

Perlu diingat bahwa angka hanyalah simbol yang mewakili nilai
dari bilangan.
Sekarang angkatlah kartu kedua, dan katakan, "INI DUA".
Lakukan seterusnya hingga kartu berjumlah SEPULUH BOLA.
Seluruh proses ini kurang lebih memakan waktu kurang dari satu
menit.
Lakukanlah setiap hari. Dalam waktu lima hari ia telah mengetahui
fakta-fakta nyata dari angka satu sampai sepuluh,
tetapi jangan meyuruhnya untuk membuktikan hal itu lebih dahulu.

Pada hari keenam,
kita singkirkan kartu 1 dari kesepuluh kartu di pangkuan dan menambahkan kartu 11.

Pada hari ketujuh,
kita singkirkan kartu 2 dan menambahkan kartu 12.

Terus lakukan seperti itu hingga angka 100. Kegiatan ini kurang
lebih akan memakan waktu tiga bulan.
Yakinlah, kegiatan ini akan menghasilkan kemampuan anak
yang luarbiasa. Kini ia akan dengan cepat dapat membedakan empat puluh lima bola dan empat puluh enam.

Langkah berikutnya PENJUMLAHAN.
Pada hari ke-30, anda telah memperlihatkan hingga 35 bola.
Semakin banyak yang diperlihatkan bola-bola kepada anak
berarti anda mulai mengajarkan penjumlahan.

Mulai kita melangkah mengajarkan penjumlahan dengan
meletakkan bola-bola merah berjumlah dua, tiga, empat,
lima, enam, tujuh, delapan, sembilan, hingga sepuluhdi pangkuan anda.
Semuanya menghadap ke bawah dan kartu berbola dua diletakkan paling atas di tumpukan itu.
Dengan semangat katakanlah, "satu tambah satu sama
dengan dua". Kemudian kita perlihatkan kartu berbola dua.

Perlihatkan tidak lebih dari satu detik. Jangan menjelaskan
arti kata-kata "tambah" atau "samadengan". Katakanlah "Satu tambah dua samadengan ." Jangan katakan "satu tambah dua menjadi...."
Jika kita mengajarkan fakta-fakta kepada
anak-anak, mereka akan menarik kesimpulan tentang hukum-huikumnya lebih tepat dan cepat. Kemudian katakan "Satu tambah dua sama dengan tiga" hingga "satu tambah
sembilan sama dengan sepuluh" yang kemudian kita perlihatkan hasilnya.
Lakukanlah tiga kali pada hari pertama, sambil kita meneruskan untuk memperlihatkan kartu-kartu berbola sebanyak tiga kali sehari. Sebaiknya anda mengatur keenam
waktu secara merata saat daya tangkap anak sedang memuncak.

Pada hari ke-31 anda mengajarkan dua tambah dua,
tambah tiga, dan seterusnya hingga tambah delapan. Apa yang kita ajarkan adalah arti dari bunyi kata "tambah" dan "samadengan". Percaya atau tidak, pada saat kita bertanya "dua tambah empat samadengan enam" kepada seorang dewasa
maka akan terlintas 2 + 4 = 6. Tetapi pada seorang anak akan terlintas dua bola tambah empat bola samadengan enam bola.
Sampai hari ke-31 ia sudah mengenal jumlah yang
sbeenarnya sampai dengan 40 dan telah dapat menambah dalam
setiap kombinasi yang ada sampai dengan 10. Tahap ini yang
terpenting adalah, bahwa ia telah mengerti "tambah" dan
"samadengan" walaupun kita tidak membertiahunya.

Mulai hari ke-36 dst kita tidak perlu mengajarkan dengan urutan tertentu lagi. Ia sudah memahami. Berikanlah ia sekarang soal penjumlahan maka dengan cepat ia akan bisa menjawab.

Langkah berikutnya PENGURANGAN.
Pola ini sama dengan pola penjumlahan.
Katakan "sepuluh kurang satu samadengan sembilan" Dan perlihatkan sejenak kartu berbola sembilan.
Kemudian katakan "sepuluh kurang sembilan samadengan satu".

Pada hari ke-41 anda dapat mengajarkan mulai dari duapuluh
kurang satu sampai dengan duapuluh kurang sembilan belas.
Maka ia sekarang sedang menerima sembilan waktu belajar yang sangat ringkas setiap harinya dengan urut-urutan sebagai berikut: Kartu-kartu bilangan, penjumlahan,
pengurangan, kartu bilangan, penjumlahan, pengurangan, kartu bilangan, penjumlahan, pengurangan.

Di hari ke-42 mulailah dengan tigapuluh kurang satu hingga tigapuluh kurang duapuluh sembilan. Pada hari ke-43
mulailah dengan soal-soal pengurangan dalam bentuk dan urutan yang tidak teratur sampai jumlah empatpuluh delapan.

Langkah berikutnya MEMECAHKAN SOAL.
Apabila apa yng kita sampikan sungguh-sungguh dan penuh
kasih sayang, Insya Allah akan menghasilkan buah yang "harum" baunya dan nikmat rasanya.

Kini kita siap mengajarkan memecahkan soal, ingat
bukan mengujinya. Mulailah dengan bilangan-bilangan.
Berlututlah di lantai menghadap anak. Ambillah kartu dengan
18 bola dan 25 bola. Kemudian mintalah si anak untuk menunjuk pada 25. Permintaan ini diajukan sambil lalu dan riang. Jangan suruh dia mengucapkan duapuluh lima, sebab
kita tidak sedang mengajar berbicara, tetapi sedang mengajarkan matematika. Jika ia tidak cukup cepat, katakan dengan gembira, "Yang ini, bukan?" sambil mengangkat kartu
25 bola. Inilah cara mengajar yang jujur.

Ulangi lagi hingga anak dapat menunjukkan dengan benar.
Jika ia dapat mengetahuinya, pujilah dan peluklah.
Bahwa ia adalah seorang anak yang terpandai yang pernah kita kenal. Hal ini memang betul bukan ?
Begitu kita meluapkan kegembiraan dia akan secepatnya
menaruh minat pada matematika untuk selamanya. Ia menjadi yakin bahwa matematika lebih menyenangkan daripada "gula-gula". Terus lakukan seperti itu, maka anak kita akan lebih cepat menunjukkannya. Lakukan setelah itu pengurangan.

Sebagai catatan jangan memberikan waktu khusus untuk
memecahkan soal-soal, tetapi campuradukkan atau sewaktu-waktu saja. Hingga anak kita merasakan kesenangan.
Toh tidak ada tekanan yang kita berikan kepada anak kita.

Langkah berikutnya PERKALIAN
Katakan kepadanya kita mengajarkan perkalian.
Lakukan hal yang sama seperti sebelumnya.
Mulailah dengan mengatakan "dua kali dua samadengan empat"
sambil memperlihatkan kartu berbola empat. Teruskan sampai "dua kali lima samadengan sepuluh".

Pada hari ke-51, mulai dengan "tiga kali tiga samadengan sembilan". Akhirnya "tiga kali delapanbelas samadengan limapuluh empat".

Sampai hari ke 58 kita sampai pada "sepuluh kali enam samadengan enampuluh". Pada waktu mengajarkan perkalian kita bisa menyelipkan satu persoalan perkalian.

Langkah berikutnya PEMBAGIAN
Pada hari ke-60 kita mengajarkan pembagian.
Sampai langkah ini ia telah mengetahui nilai sebenarnya hingga enampuluh lima. Mulailah dengan mengatakan "empat dibagi dua samadengan dua" hingga enampuluh empat dibagi dua samadengan tigapuluhdua".

Pada hari ke-68 kita sampai pada "tujuhpuluh dibagi sepuluh samadengan tujuh".
Sewaktu-waktu kita selingi dengan soal pembagian.

Langkah berikutnya PERSAMAAN
Pada hari ke-70 kita sudah menjadi seorang ahli matematika.
Katakanlah kita sedang mengajarkan persamaan dengan riang gembira.
Sebetulnya ia sudah mengetahui semua persamaan dua langkah.
Sebab, memang dua tambah tiga samadengan lima, tujuhpuluh
dikurangi tigapuluhsatu samadengan tigapuluh sembilan,delapan kali delapan samadengan enampuluh empat. Sekarang berikanlah soal persamaan tiga langkah. Katakanlah "tujuh tambah tigabelas kali tiga samadengan ." Kemudian perlihatkanlah kartu berbola enampuluh.

Setelah kita mengajarkan tiga langkah persamaan maka lanjutkanlah dengan langkah-langkah yang lain.
Yakinlah apa yang kita ajarkan akan menghasilkan hasil yang memuaskan.

Langkah selanjutnya ANGKA-ANGKA.
langkah ini amat mudah. Sekarang kita mengambil kartu-kartu
yang bertuliskan angka (kartu dg ukuran 14 x 14 cm).
Angkatlah kartu yang bertuliskan 1 berwarna merah, dan katakan "ini satu".
Lakukan seterusnya hingga hari ke-99 ia akan mengetahui semuanya.

Senin, 25 Januari 2010

Kapan Si Kecil Boleh Masuk Prasekolah?

"Yang tahu kebutuhan anak-anak kita adalah kita sendiri, bukan orang lain. Karena kebutuhan kita dengan tetangga sekalipun adalah berbeda"

Pada dasarnya, kesiapan setiap anak untuk memulai belajar di sekolah berbeda-beda. Untuk batita, sekolah yang sesungguhnya adalah sosialisasi, interaksi, memahami dunia di luar rumah, mengenal lingkungan lebih luas, dan mengenal orang lain (selain orangtua dan saudara sekandung). Konkritnya, yang dibutuhkan anak adalah bersosialisasi dengan teman sebaya serta mengenal alam luar.

Jika di lingkungan tempat tinggal Anda tidak terlalu banyak anak sebaya si kecil, tak ada salahnya Anda memasukkan si kecil ke pra sekolah. Tapi, agar buah hati bisa menikmati aktivitas di prasekolah sebaiknya ia masuk ke sekolah setelah usianya 3 tahun.

Nah, ketika si kecil masuk sekolah, banyak orangtua yang bingung menentukan jadwal sekolah yang tepat untuk anak balita (bawah lima tahun). Seringkali muncul banyak pertanyaan berapa kali dalam satu minggu sebaiknya si kecil harus bersekolah.

Beberapa sekolah menerapkan peraturan, yang mengharuskan seorang anak harus masuk sekolah beberapa kali dalam satu minggu. Padahal, sebenarnya tidak ada aturan khusus untuk menentukan jadwal anak-anak prasekolah.

Kegiatannya di sekolah memang bermanfaat bagi buah hati, tetapi jika dipaksakan malah bisa berdampak negatif. Ada hal yang harus Anda pertimbangkan sebelum menentukan jadwal sekolah untuk buah hati.

Sesuaikan dengan jadwal Anda dan suami. Saat menentukan jadwal sekolah buah hati, sesuaikan dengan jadwal Anda dan suami. Akan lebih baik saat akhir pekan, sehingga Anda bisa menemaninya pergi ke sekolah. Hal ini akan sangat baik bagi hubungan buah hati dan orangtuanya.

Kemampuan adaptasi buah hati. Perhatikan kemampuan adaptasi buah hati terhadap hal-hal baru. Jika ia mudah beradaptasi, menyukai pergi ke sekolah dan bermain dengan teman-temannya, tidak masalah jika hanya sesekali pergi ke sekolah. Tetapi jika kemapuan adaptasinya kurang, Anda harus terus merangsangnya dengan hal-hal baru di sekolah.

Biaya. Sekolah yang mahal tidak menjamin membuat buah hati nyaman. Jadi sebelum memasukkannya ke sekolah dan menentukan jadwal, cobalah lakukan survei kecil-kecilan. Jangan segan-segan untuk mengikuti "trial class", agar Anda bisa melihat apakah harga dan kualitasnya sebanding. Hal ini bukan hanya dilihat dari fasilitas dan program tetapi yang terpenting adalah kompetensi dari tenaga pengajarnya.

Jangan membuat jadwal sekolah yang terlalu padat. Balita seharusnya bermain, dan jika jadwal sekolah terlalu padat, meskipun diisi permainan, bisa membuatnya terpaksa dan stres saat pergi ke sekolah.

Dan yang lebih penting adalah sesuaikan dengan kebutuhan anak-anak kita.

Kamis, 14 Januari 2010

Obat Cacing

Antelmintik atau obat cacing adalah obat yang digunakan untuk memberantas
atau mengurangi cacing dalam lumen usus atau jaringan tubuh.

Sebagian besar obat cacing efektif terhadap satu macam kelompok cacing,
sehingga diperlukan diagnosis yang tepat sebelum menggunakan obat tertentu.

Diagnosis dilakukan dengan menemukan cacing, telur cacing dan larva dalam
tinja, urin, sputum, darah atau jaringan lain penderita.

Sebagian besar obat cacing diberikan secara oral yaitu pada saat makan atau
sesudah makan dan beberapa obat cacing perlu diberikan bersama pencahar.
Obat-obat penyakit cacing:

1. Mebendazol, Tiabendazol, Albendazol
2. Piperazin, Dietilkarbamazin
3. Pirantel, Oksantel
4. Levamisol
5. Praziquantel
6. Niklosamida
7. Ivermectin

Banyak obat cacing memiliki khasiat yang efektif terhadap satu atau dua
jenis cacing saja. Hanya beberapa obat saja yang memiliki khasiat terhadap
lebih banyak jenis cacing (broad spectrum) seperti mebendazol.

Mekanisme kerja obat cacing yaitu dengan menghambat proses penerusan impuls
neuromuskuler sehingga cacing dilumpuhkan. Mekanisme lainnya dengan
menghambat masuknya glukosa dan mempercepat penggunaan (glikogen) pada
cacing.

Penyakit Cacing
Di negara berkembang seperti Indonesia, penyakit cacing merupakan penyakit
rakyat umum. Infeksinya pun dapat terjadi secara simultan oleh beberapa
cacing sekaligus.

Infeksi cacing umumnya terjadi melalui mulut, kadang langsung melalui luka
di kulit (cacing tambang, dan benang) atau lewat telur (kista) atau larva
cacing, yang ada dimana-dimana di atas tanah.
Cacing yang merupakan parasit manusia dapat dibagi dalam 2 kelompok, yakni
cacing pipih dan cacing bundar.*
1.Platyhelminthes. Ciri-cirinya bentuk pipih, tidak memiliki rongga
tubuh dan berkelamin ganda (hemafrodit). Cacing yang termasuk golongan ini
adalah cacing pita (Cestoda) dan cacing pipih (Trematoda).

2.Nematoda (roundworms). Ciri-cirinya bertubuh bulat, tidak bersegmen,
memiliki rongga tubuh dengan saluran cerna dan kelamin terpisah. Infeksi
cacing ini disebut ancylostomiasis (cacing tambang), trongyloidiasis,
oxyuriasis (cacing kremi), ascariasis (cacing gelang) dan trichuriasis
(cacing cambuk).

Siklus hidup cacing Gelang (Ascaris lumbricoides)
Cacing golongan nematoda tersebut menyebabkan infeksi cacing usus
(soil-transmitted helminthasis). Hidupnya berkaitan dengan perilaku bersih
dan kondisi sanitasi lingkungan.

Bila terdapat anemia, penderita harus diobati dengan sediaan yang mengandung
besi. Selain itu, wanita hamil tidak boleh minum obat cacing karena memiliki
sifat teratogen (merusak janin) yang potensial.

Di medicastore anda dapat mencari informasi obat cacing seperti ; kegunaan
atau indikasi obat, generik atau kandungan obat, efek samping obat, kontra
indikasi obat, hal apa yang harus menjadi perhatian sewaktu konsumsi obat,
gambar obat yang anda pilih hingga harga obat dengan berbagai sediaan yang
dibuat oleh pabrik obat. Sehingga anda dapat memilih dan beli obat cacing
sesuai dengan resep dokter anda.

Senin, 04 Januari 2010

Happy New Year!

If it didn't bring you joy
Just leave it behind
Let's ring in the New Year
With good things in mind.


Let every bad memory
That brought heartache and pain
And let's turn a new leaf
With the smell of new rain.


Let's forget past mistakes
Making amends for this year
Sending you these greetings
To bring you hope and cheer