Selasa, 30 Juni 2009

AYAH Ikut Campur, ASI Pun Berlimpah

PROSES menyusui bukanlah monopoli ibu dan bayi, tetapi juga menjadi hak ayah untuk ikut campur.
Selama ini ayah merasa proses menyusui bukanlah urusannya sehingga sering kali tidak mendorong kesuksesan pemberian air susu ibu itu.
PROSES menyusui seharusnya menjadi hubungan segi tiga antara ibu, bayi, dan ayah. Keikutsertaan ayah dalam proses tersebut akan memberi motivasi ibu untuk menyusui. Jika ibu sudah memiliki motivasi dan optimistis bisa menyusui, air susu pun akan berhamburan," demikian dikatakan dr Utami Roesli MD (Ped) MBA, Ketua Sentra Laktasi Indonesia di RSK Carolus, Jakarta.
Menurut Utami, banyaknya air susu ibu (ASI) yang diproduksi seorang ibu sangat tergantung pada kondisi emosi ibu. Di sinilah ayah memegang peranan sangat penting. Dengan memperlihatkan kasih sayang dan perhatian terhadap ibu dan bayi, ibu akan merasa tenang kemudian ASI pun akan keluar lancar dan berlimpah.
Selama ini, banyak ibu tidak menyusui bayinya karena merasa ASI-nya tidak cukup, encer, atau tidak keluar sama sekali. Padahal, menurut penelitian Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang dikutip Utami, hanya ada satu dari 1.000 orang ibu yang tidak bisa menyusui.
Macetnya proses pemberian ASI ini disebabkan beberapa hal. Misalnya, bayi yang tidak bisa mengisap, posisi menyusui yang salah, ibu merasa tidak nyaman, atau suami dan lingkungan tidak mendukung.
"Tidak ada cerita seorang ibu tidak bisa menyusui atau ASI yang tidak cukup. Perhatikan saja seekor marmut yang kecil bisa menyusui 12 ekor anaknya. Bayi gajah yang besar juga bisa disusui dengan cukup oleh induknya. Mereka tidak memerlukan susu hewan lain untuk memenuhi kebutuhan susu. ASI diproduksi berdasarkan jumlah yang dikeluarkan," ungkap Utami.
Semua masalah yang bisa menghalangi proses pemberian ASI, menurut Utami, bisa diatasi asalkan proses ini tidak diganggu sejak awal. Banyak rumah sakit dan tenaga medis secara sengaja mengenalkan susu formula kepada bayi yang baru lahir di rumah sakit tersebut sehingga bayi tidak mau belajar mengisap puting susu ibu. Alasan yang dipakai, ibu masih lemah atau air susu belum keluar. Bila keadaan memaksa di mana keadaan ibu benar-benar tidak bisa menyusui, usahakan mendapatkan sumbangan ASI dan pemberiannya dilakukan dengan sendok, bukan memakai botol atau dot.
"Di Swedia sudah ada penelitian. Setelah seorang bayi dilahirkan dan dipotong tali pusatnya, bayi itu diletakkan di atas perut ibunya tanpa dimandikan. Ternyata, bayi itu akan merangkak menuju dada ibu, dan dalam 20 menit bayi sudah mencapai payudara ibu. Kemudian, dalam waktu 50 menit, bayi sudah menyusu ASI dengan baik. Tetapi, jika begitu lahir bayi langsung dimandikan, refleks menyusu ini langsung hilang 50 persen. Jika bayi lahir dengan operasi Caesar dan langsung dimandikan, refleks itu 100 persen hilang," papar Utami.
SEJAK lahir, seorang bayi harus diajari menyusu dengan cara memasukkan seluruh areola payudara (daerah berwarna cokelat di payudara ibu) ke dalam mulut bayi. Jika bayi hanya mengisap puting susu saja, ASI yang keluar hanya sedikit. "Gudang ASI terletak di bawah daerah cokelat itu. Jika yang diisap hanya putingnya saja, ASI yang keluar hanya sedikit. Sedangkan, kalau dari daerah cokelat itu, ASI yang keluar akan banyak sekali," jelas Utami.
Jika ASI di gudang itu habis, pabrik ASI (alveoli) akan segera memproduksi lagi. Alveoli berbentuk bulat dan bergerombol seperti buah anggur. Alveoli dikelilingi otot yang disebut myoepithel. Otot inilah yang memompa ASI keluar dari alveoli menuju gudang ASI.
Namun, kinerja myoepithel sangat tergantung pada hormon oksitosin yang dikirim otak. Jika oksitosin keluar, otot pun bekerja. Sedangkan, oksitosin bisa keluar jika ibu merasa tenang dan disayang oleh suami serta mendapat dukungan dari orang-orang di sekelilingnya. "Makanya hormon ini disebut hormon kasih sayang. Dan di sinilah ayah memegang peranan penting," tegas Utami.
Peran yang bisa dilakukan ayah, misalnya, jika bayi ingin menyusu, ayah yang menggendong untuk diserahkan kepada ibu. Dengan begitu terjadi sebuah ritual kecil yang melibatkan ketiganya. Ayah juga bisa menggantikan popok, menyendawakan, memandikan, mendendangkan, memijat bayi, dan membantu pekerjaan rumah tangga. Dengan melakukan hal-hal ini, seorang ibu akan merasa tenang dan mendapat dukungan dari suami. Akibatnya, ASI pun berlimpah.
SEORANG ibu yang merasa tenang dapat mengeluarkan ASI dalam jumlah banyak. Jika ASI sering dipompa, pabrik akan terus memproduksi. Seorang ibu bisa mengeluarkan satu ember ASI dalam sehari karena ASI itu terus-menerus dikeluarkan.
ASI yang dikeluarkan bisa bertahan cukup lama. Jika dia dibiarkan di suhu ruang, ASI akan bertahan selama enam sampai delapan jam. Jika ASI dimasukkan ke dalam termos dan di sekelilingnya diberi es batu, ASI bisa bertahan sampai 24 jam. Jika dimasukkan ke dalam lemari es, ASI bisa tahan hingga 48 jam. Jika diletakkan di bagian pembeku dalam lemari es, ASI bisa tahan sampai dua minggu dan jika di lemari es khusus pembeku bisa tahan sampai tiga bulan.
Sebaiknya ASI disimpan dalam wadah kecil dari besi nirkarat (stainless steel). Tetapi, jika tidak ada, bisa memakai botol plastik atau kantong plastik. Botol harus diberi tanggal dan jam agar ASI yang pertama kali disimpan bisa dipakai lebih dulu. Jika akan dipakai, ASI dihangatkan dulu dengan merendamnya dalam air panas. Jangan direbus karena akan ada antibodi dalam ASI yang rusak.
ASI yang tersisa setelah diberikan kepada bayi sebaiknya dibuang. Makanya disimpan dalam wadah kecil supaya bisa diberikan sedikit-sedikit sesuai kebutuhan bayi biar tidak ada yang terbuang. Jika bayi masih ingin minum, bisa tambah lagi. Dan ingat, pemberian ASI tersebut jangan menggunakan botol susu, tetapi gunakan sendok.

Selasa, 16 Juni 2009

Ayo Kampanye Asi


Bayangkan sejenis makanan yang lezat, manis dapat dibawa kemana-mana (portable), siap pakai pada suhu yang selalu tepat, mudh dicerna, bernilai gizi tinggi, kaya antibody dan komposisinya berubah-ubah disesuaikan dengan kebutuhan bayi yang selalu berubah. Makanan tersebut demikian lengkapnya sehingga dapat memenuhi semua kebutuhan pertumbuhan bayi sejak lahir samapi berumur 6 bulan dan tersedia gratis.

Apabila makan seperti ini dikemas dalam kaleng, pasti dinamakan miracle food atau makanan ajaib. Untuk membuatnya tentu diperlukan sekelompok professor atau ilmuwan jenius yang hharus melakukan penelitian berpuluh tahun dengan biaya yang sangat tinggi. Namun ternyata didunia ini setiap ibu dapat memproduksi makanan tadi dengan usaha yang tidak lebih sulit dari bernnafas dan dengan biaya yang tidak lebih mahal dari biaya makan si ibu sendiri.

Makanan tersebut adalah ASI (air susu ibu), makanan alami yang sagat tepat bagi setiap bayi yang diproduksi secara alami oleh para ibu sejak adanya manusia dibumi.

Berkah Tanpa Tara Ini Adalah Karunia Allah

Ciri menakjubkan lain dari ASI adalah fakta bahwa ASI sangat bermanfaat bagi bayi apabila disusui selama dua tahun. Pengetahuan penting ini, hanya baru ditemukan oleh ilmu pengetahuan, telah diwahyukan Allah empat belas abad silam di dalam ayat-Nya: "Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan..." (QS, Al Baqarah, 2:233)

Sang ibu bukanlah yang memutuskan untuk membuat ASI, sumber zat makanan terbaik bagi bayi yang lemah yang memerlukan makanan di dalam tubuhnya. Sang ibu bukan pula yang menentukan beragam kadar gizi yang dikandung ASI. Allah Yang Mahakuasa-lah, Yang mengetahui kebutuhan setiap makhluk hidup dan memperlihatkan kasih sayang kepadanya, Yang menciptakan ASI untuk bayi di dalam tubuh sang ibu.

Pemasaran dan promosi ASI yang tidak mendatangkan keuntungan mmaterial harus bersaing dengan pemasaran produk-produk susu formula yang menghasilkan keuntunga jutaan dollar bagi perusahaan-perusahaan multi nasional. Promosi susu formula gencar dan bertubi-tubi di sekeliling kita, sebaliknya promosi dan informasi tentang asi mmasih kurang gencar dan masih sangat sedikit oleh pelaku-pelaku yang sangat sedikit pula. Akibatnya, banyak wanita tidak mengetahui dan mendapat informasi yang benar tentang asi ekslusif( manfaat bagi bayi, ibu dan masyarakat), cara menyusui serta masalah yang mungkin timbul dan penanggulangannya.

Jika anda adalah calon ibu, calon ayah, atau calon nenek dan kakek, keputusan anda memberikan ASI sangat penting bagi bayi. Sebaiknya anda telah membuat keputusan jauh-jauh hari sebelum bersalin sehingga lebih siap. Walupun menyusui tidaklah selalu mudah, tetapi setiap ibu pasti memiliki insting menyusui dan pasti bias melakukannya. Mintalah bantuan jika anda tidak yakin. Dorongan serta dukungan keluarga merupakan kunci sukses dalam pemberian ASI.

Tahukan anda bahwa ASI mengandung 100 bahan yang tidak dimiliki susu sapi dan tidak dapat dibuat di laboratorium. Untuk itu, ilmuwan ‘Oliver Wendell Holmes’ mengatakan, “ sepasang kelenjar susu sama pandainya dengan kedua belahan otak dari professor yang sangat pintar dalam mengolah suatu cairan yang penuh nutrisi untuk bayi".

Hasil penelitian terhadap 1.00 bayi premature membuktikan bayi-bayi premature yang diberikan asi eksklusif mempunyai IQ lebih tinggi 8,3 poin dari yang tidak diberikan ASIX, sementara dari Hasil penelitian Dr. Riva (1997) menunjukkan bayi ASIX pada usia 9 tahun mempunyai IQ 12, 9 poin lebih tinggi.

Ketakutan terbesar bagi para ibu adalah Mitos bahwa menyusui dapat merubah bentuk payudara menjadi tidak menarik adalah tidak benar, proses kehamilanlah yang membuat bentuk payudara berubah.

Satu hal yang amat diinginkan kaum perempuan adalah kembali langsing setelah melahirkan,namun lebih dari itu banyak manfaat pemberian ASI lainnya:

Mari bu... jangan sungkan untuk memberikan ASI bagi sang buah hati.

Mulai sekarang, ayo dong kita kampanyekan ASI

Rabu, 10 Juni 2009

Baby blues atau Depresi Postpartum?

Tadinya aku berfikir jika bayiku lahir masalahku sudah selesai, ternyata aku salah. Justru ada masalah lain yang kemudian menghampiriku, aku mengalami distress postpartum. Mungkin karena menuntut terlalu banyak akhirnya aku jadi kecewa sendiri, tadinya aku berharap persalinanku normal namun leher bayiku dililit oleh plasenta, detak jantungnya sudah melemah sementara air ketubanku sudah sedikit sehingga tak memungkinkan untuk diinduksi terpaksa aku harus melalui bedah Caesar.

Belum pulih keletihanku, aku harus merawat luka operasiku, aku harus mengerjakan semua sendiri pekerjaan rumah tangga, mengurus bayi, rasanya semua ini amat menyiksaku. Tak ada lagi waktu luang yang kumiliki untuk bisa bersantai dan menikmati istirahat dimalam hari. Disaat sekarang sepertinya yang kubutuhkan hanya tidur, rasanya kantuk selalu menghinggapi. Bayiku mengis terus membuatku tak bisa istirahat, menyusui, mengganti popok (apalagi sekarang musim hujan) berulang-ulang seharian sepanjang malam, uh… rasanya menderita sekali. Kesibukan yang itu-itu saja tanpa bantuan pihak lain membuatku stress dan keletihan. Tak ayal, aku melampiaskan kekesalanku pada bayiku, aku membentaknya layaknya dia akan mengerti dan menghentikan tangisannya bahkan pernah tiga kali aku mencubit dan memukulnya (ini diluar control banget, aku seperti bukan diriku lagi) Padahal bayi mungilku ini tak bersalah, dia belum tahu apa-apa dan memang ketika aku membentak dan memukulnya dia berhenti menangis seperti mengerti keinginanku. Tapi ketika aku sadar aku menangis sejadi-jadinya menyesali perbuatanku, mencium dan memeluknya lalu berulang-ulang memohon maaf. Aku sangat takut kalau tindakanku akan berdampak negatif pada perkembangan mental psikisnya. (Ya Allah maafkan aku yang tidak mensyukuri anugerahmu, bocah mungil tak berdaya nan lucu ini tak bersalah aku yang masih kurang bersabar dan tidak belajar untuk terus sabar. Aku mohon ampun ya Allah....aku ingin menjadi ibu yang baik)

Inilah resikonya jauh dari keluarga, jarak yang memisahkan membuat kita harus berjuang sendirian. Sebenarnya jauh sebelum persalinan kami sudah mencari orang yang bisa membantu selama masa pemulihan sampai nantinya menjadi pengasuh bayiku jika aku sudah kembali bekerja. Tapi ternyata tak semudah yang kami kira, semua yayasan kami jajali bahkan tetanggapun kami mintai bantuannya untuk mencarikan sekiranya ada yang bisa membantu. Suamiku bekerja dari pagi sampai menjelang malam hari, praktis semua aku yang tangani semua urusan rumah tangga, memang sih dia juga turut mengurusi bayi kami malam harinya, tapi tetap saja aku merasa kurang diperhatikan. Kadang aku amat kasihan padanya, wajahnya tampak begitu lelah tapi dia tetap berusaha semampunya mengurusi aku dan bayiku. Melihatnya ketabahannya aku kadang menangis tanpa sepengetahuaannya. Aku bersyukur memilikinya sebagai pendampingku, dia begitu setia, tak pernah mengeluh dan selalu berusaha memberikan yang terbaik untukku. Sering dia mengingatkan sebaiknya tak perlu terlalu memusingkan urusan rumah ’biarin aja berantakan, kalau bayi tidur kamu istirahat aja’ begitu selalu anjurannya, namun justru aku yang tak mendegarkan sarannya.

Mungkin kelihatannya berlebihan atau malah gak masuk akal, tapi kondisi seperti itu bisa dialami siapa saja. Bayangkan dalam kondisi lelah, sakit, harus mengerjakan semuanya sendiri. untuk saat seperti ini perhatian dari suami dan keluarga amatlah penting. Bukan hanya perhatian terhadap sang bayi tapi juga si Ibu, karena kerap kali bayi yang baru lahir menyedot perhatian semua orang sementara Ibu terlupakan. Justru dengan memberikan perhatian pada si Ibu ia akan merasa disayang dan terpenuhi kebutuhannya otomatis si Ibu juga memberikan hal yang sama pada bayinya.

Distress Postpartum (DP) atau stress pasca persalinan dialami 80 % wanita setelah bersalin. Inilah semacam perasaan sedih atau uring-uringan yang melanda ibu dan timbul dalam jangka waktu dua hari sampai dua minggu pasca persalinan. Berita baiknya, hal ini tergolong normal dan hanya sementara.

Belum ada analisis pasti penyebab stress ini, sensitivitas ibu terhadap perubahan hormonal dianggap hanya sebagian faktor pencetus. Faktor lainnya diduga karena ibu harus banyak menyesuaikan diri dan menghadapi tuntutan. Penyebab lain yg mungkin adalah riwayat keluarga tentang depresi, kurang dukungan keluarga setelah melahirkan, isolasi, dan keletihan kronis.

Gejala-gejala DP antara lain, rasa khawatir, kurang percaya diri, kurang merasa menerima bayi yang baru dilahirkan, sangat kelelahan, harga diri rendah, tidak sabaran, terlalu sensitif, sangat mudah marah, dan gelisah.

Berbagai bentuk distress postpartum
Bentuk paling ringan adalah baby blues yang berlangsung hanya beberapa hari dan gejalanya tidak memburuk.
Distress postpartum yang lebih berat disebut depresi postpartum (DP)yang melanda sekitar 10 % ibu baru, perbedaannya dengan baby blues terletak pada frekuensi, intensitas, dan durasi gejala, masalah tidur merupakan salah satu cara membedakannya. Jika ibu dapat tidur sementara orang lain mengasuh bayinya, itu disebut baby blues, namun jika ibu tidak bisa tidur karena ansietas, ini merupakan PPD. PPD dapat terjadi dua minggu sampai setahun pasca persalinan, ibu mungkin akan merasa marah, bingung, panik, dan tidak berdaya. Mungkin juga terjadi perubahan pola tidur dan makan. Ibu mungkin takut menyakiti bayinya atau merasa akan menjadi gila. Ansietas merupakan salah satu gejala utama PPD. Bentuk DP yang lebih parah adalah psyhosis postpartum. Ibu mungkin mengalami halusinasi, berpikir untuk bunuh diri, atau mencoba untuk membahayakan bayinya. Baik PPD maupun psychosis postpartum membutuhkan terapi professional.

Sekedar berbagi buat yang membutuhkan, jika anda baru akan memiliki anak, jauh dari keluarga dan sampai persalinan belum menemukan orang yang bisa membantu, sebaiknya persiapkan::
1. Lupakan sementara rumah yang harus selalu rapi seperti saat belum punya bayi, lebih baik habiskan waktu buat menikmati kebersamaan kita dan bayi. Apalagi buat Ibu bekerja, cuti 3 bulan adalah waktu yang singkat jangan sia-siakan hanya karena urusan rumah yang sepele
2. Jika bayi sedang tidur sebaiknya ikutan tidur, karena setelah proses persalinan tidur adalah kebutuhan yang sangat berharga untuk percepatan pemulihan
3. Nikmati peran baru sebagai Ibu, setiap hari akan ada hal-hal baru, so enjoy it.
4. Bernyanyilah atau dengarkan musik favoritmu, ini akan memberikan spirit dan ketenangan tersendiri buatmu.
5. Mintalah bantuan pihak lain jika memang dibutuhkan
6. Jangan sungkan membicarakan keinginan kita pada suami atau keluarga
7. Jika semua hal itu belum cukup membantu, jangan malu untuk meminta bantuan terapi dari ahli (psikolog)

Rabu, 03 Juni 2009

Happy baby born, Farrell Zhafif Indrawan


"There’s a hero If you look inside your heart You don’t have to be afraid Of what you are. Look inside you and be strong And you’ll finally see the truth That a hero lies in you", (taken from lyric ‘Hero” by Mariah Carey)

November 15, 2008
My dearest baby boy has born, we named him Farrell Zhafif Indrawan. Me and my husband choose that name because it has a great meaning namely he will have spirit effect on the wounded hearts. Taken from ‘Farrell’ (Ireland) = hero/ heroic and ’Zhafif’ (Arabic) = smart Indrawan (Last name of My husband). And ‘Smart Hero’ Indrawan is meaning as the person with a good personality. We hope Farrell will take the meaning of his name as we believe name is a prayer and hope.

Gustami Indrawan, thanks to be my husband. let’s continue to sail this journey, so we know, what is the end of this story, for you, for our children, for us ....
Dear, I love you.

Aku harus menjalani operasi Caesar

Sabtu 15 Nopember 2008
"Tubuhku kaku tak mampu kugerakkan seperti biasa, bayiku terlilit plasentanya, plasenta tersebut juga mengalami pengapuran sehingga asupan nutrisinya tak lagi optimal, air ketubanku sudah berkurang sementara aku tidak merasakannya, pembukaan rahim tak jua bertambah, detak jantung bayiku kian melemah dan tak memungkinkan tindakan induksi. Aku harus menghadapi kenyataan menjalani operasi caesar, meskipun ini hal yang sangat menakutkan bagiku, demi bayiku aku ikhlas".

Bedah caesar (bahasa Inggris: caesarean section atau cesarean section dalam Inggris-Amerika), disebut juga dengan c-section (disingkat dengan cs) adalah proses persalinan dengan melalui pembedahan dimana irisan dilakukan di perut ibu (laparatomi) dan rahim (histerotomi) untuk mengeluarkan bayi. Bedah caesar umumnya dilakukan ketika proses persalinan normal melalui vagina tidak memungkinkan karena beresiko kepada komplikasi medis lainnya. Sebuah prosedur persalinan dengan pembedahan umumnya dilakukan oleh tim dokter yang beranggotakan spesialis kandungan, spesialis anak, spesialis anastesi serta bidan.

Sejarah
Pada 1316, Robert II dari Skotlandia dilahirkan dengan bedah caesar, ibunya Marjorie Bruce, kemudian meninggal. Bukti pertama mengenai ibu yang selamat dari bedah caesar adalah di Siegershausen, Swiss tahun 1500: Jacob Nufer, seorang pedagang babi, harus membedah istrinya setelah proses persalinan yang lama. Prosedur bedah caesar di waktu lampau mempunyai angka kematian yang tinggi. Di Britania Raya dan Irlandia, angka kematian akibat bedah caesar pada 1865 adalah 85%. Beberapa penemuan yang membantu menurunkan angka kematian antara lain:
•Pengembangan prinsip-prinsip asepsis.
•Pengenalan prosedur penjahitan rahim oleh Max Sänger pada 1882.
•Extraperitoneal CS dilanjutkan dengan sayatan mendatar rendah (Krönig, 1912).
•Perkembangan teknik anestesi.
•Transfusi darah.
•Antibiotik.
Pada 5 Maret 2000, Inés Ramírez melakukan bedah caesar pada dirinya sendiri dan berhasil mempertahankan nyawanya dan juga bayinya, Orlando Ruiz Ramírez. Ia dipercaya sebagai satu-satunya wanita yang melakukan bedah caesar pada dirinya sendiri.

Jenis
Ada beberapa jenis "caesarean sections" (CS):
•Jenis klasik yaitu dengan melakukan sayatan vertikal sehingga memungkinkan ruangan yang lebih besar untuk jalan keluar bayi. Akan tetapi jenis ini sudah sangat jarang dilakukan hari ini karena sangat beresiko terhadap terjadinya komplikasi.
•Sayatan mendatar di bagian atas dari kandung kemih sangat umum dilakukan pada masa sekarang ini. Metode ini meminimalkan resiko terjadinya pendarahan dan cepat penyembuhannya.
•Histerektomi caesar yaitu bedah caesar diikuti dengan pengangkatan rahim. Hal ini dilakukan dalam kasus-kasus dimana pendarahan yang sulit tertangani atau ketika plasenta tidak dapat dipisahkan dari rahim.
•Bentuk lain dari bedah caesar seperti extraperitoneal CS atau Porro CS.
•Bedah caesar berulang dilakukan ketika pasien sebelumnya telah pernah menjalan bedah caesar. Umumnya sayatan dilakukan pada bekas luka operasi sebelumnya.

Indikasi
Di berbagai rumah sakit, khususnya di Amerika Serikat, Britania Raya, Australia dan Selandia Baru, sang suami disarankan untuk turut serta pada proses pembedahan untuk mendukung sang ibu. Dokter spesialis anastesis umumnya akan menurunkan kain penghalang ketika si bayi dilahirkan agar orang tua si bayi dapat melihat bayinya. Rumah sakit di Indonesia umumnya tidak memperbolehkan adanya orang lain turut serta waktu persalinan dengan bedah caesar termasuk sang suami.
Dokter spesialis kebidanan akan menyarankan bedah caesar ketika proses kelahiran melalui vagina kemungkinan akan menyebabkan resiko kepada sang ibu atau si bayi. Hal-hal lainnya yang dapat menjadi pertimbangan disarankannya bedah caesar antara lain:
•proses persalinan normal yang lama atau kegagalan proses persalinan normal (dystosia)
•detak jantung janin melambat (fetal distress)
•adanya kelelahan persalinan
•komplikasi pre-eklampsia
•sang ibu menderita herpes
•putusnya tali pusar
•resiko luka parah pada rahim
•persalinan kembar (masih dalam kontroversi)
•sang bayi dalam posisi sungsang atau menyamping
•kegagalan persalinan dengan induksi
•kegagalan persalinan dengan alat bantu (forceps atau ventouse)
•bayi besar (makrosomia - berat badan lahir lebih dari 4,2 kg)
•masalah plasenta seperti plasenta previa (ari-ari menutupi jalan lahir), placental abruption atau placenta accreta)
•kontraksi pada pinggul
•sebelumnya pernah menjalani bedah caesar (masih dalam kontroversi)
•sebelumnya pernah mengalami masalah pada penyembuhan perineum (oleh proses persalinan sebelumnya atau penyakit Crohn)
•angka d-dimer tinggi bagi ibu hamil yang menderita sindrom antibodi antifosfolipid
•CPD atau cephalo pelvic disproportion (proporsi panggul dan kepala bayi yang tidak pas, sehingga persalinan terhambat)
•Kepala bayi jauh lebih besar dari ukuran normal (hidrosefalus)
•Ibu menderita hipertensi (penyakit tekanan darah tinggi)
Harap diingat bahwa institusi yang berbeda dapat memiliki pendapat yang berbeda pula mengenai kapan suatu bedah caesar dibutuhkan. Di Britania Raya, hukum menyatakan bahwa ibu hamil mempunyai hak untuk menolak tindakan medis apapun termasuk bedah caesar walaupun keputusan tersebut beresiko terhadap kematiannya atau nyawa sang bayi. Negara lain memiliki hukum yang berbeda mengenai hal ini. Lihat pula mengenai bedah caesar berdasarkan permintaan.

Risiko
Data statistik dari 1990-an menyebutkan bahwa kurang dari 1 kematian dari 2.500 yang menjalani bedah caesar, dibandingkan dengan 1 dari 10.000 untuk persalinan normal [1]. Akan tetapi angka kematian untuk kedua proses persalinan tersebut terus menurun sekarang ini. Badan kesehatan Britania Raya menyebutkan resiko kematian ibu yang menjalani bedah caesar adalah tiga kali resiko kematian ketika menjalani persalinan normal [2]. Akan tetapi, adalah tidak mungkin untuk membandingkan secara langsung tingkat kematian proses persalinan normal dan proses persalinan dengan bedah caesar karena ibu yang menjalani pembedahan adalah mereka yang memang sudah beresiko dalam kehamilan.
Bayi yang lahir dengan persalinan bedah caesar seringkali mengalami masalah bernafas untuk pertama kalinya. Sering pula sang bayi menjadi ngantuk dikarenakan obat penangkal nyeri yang diberikan kepada sang ibu.

Anastesi
Sang ibu umumnya akan diberikan anastesi lokal (spinal atau epidural), yang memungkinkan sang ibu untuk tetap sadar selama proses pembedahan dan untuk menghindari si bayi dari pembiusan.
Pada masa sekarang ini, anastesi umum untuk bedah caesar menjadi semakin jarang dilakukan karena pembiusan lokal lebih menguntungkan bagi sang ibu dan si bayi. Pembiusan umum dilakukan apabila terjadi kasus-kasus beresiko tinggi atau kasus darurat.

Prevalensi
Badan Kesehatan Dunia memperkirakan bahwa angka persalinan dengan bedah caesar adalah sekitar 10% sampai 15% dari semua proses persalinan di negara-negara berkembang dibandingkan dengan 20% di Britania Raya dan 23% di Amerika Serikat. Kanada pada 2003 memiliki angka 21%.
Berbagai pertimbangan mengemuka akhir-akhir ini mengingat proses bedah caesar yang seringkali dilakukan bukan karena alasan medis. Berbagai kritik pula mengemuka karena bedah caesar yang disebut-sebut lebih menguntungkan rumah sakit atau karena bedah caesar lebih mudah dan lebih singkat waktu prosesnya oleh dokter spesialis kandungan. Kritik lainnya diberikan terhadap mereka yang meminta proser bedah caesar karena tidak ingin mengalami nyeri waktu persalinan normal