Dalam Rangka Memperingati Hari Air Sedunia
Adanya permasalahan air yang sedang dialami dunia ini telah mendorong dan meningkatkan kesadaran dan kepedulian perlunya upaya bersama dari seluruh komponen bangsa dan bahkan dunia untuk dengan kebersamaan memanfaatkan dan melestarikan sumberdaya air secara berkelanjutan. Pengelolaan sumberdaya air seperti cara lama yang dilakukan sendiri-sendiri atau secara terbatas oleh instansi-instansi pemerintah dan para ahli bidang air sudah tidak dapat secara efektif mengatasi permasalahan. Pengalaman menunjukkan pengelolaan yang berkelanjutan tidak dapat diselesaikan sendirian oleh pemerintah dan karena itu perlu melibatkan banyak pihak diluar instansi pemerintah. Dengan kesadaran akan pentingnya air sebagai sumber kehidupan baik masa kini maupun masa datang yang dibutuhkan oleh berbagai sektor, maka air merupakan urusan semua orang. Ungkapan ‘Water is everybody business’ yang telah mendunia menjadi pedoman bagi seluruh pihak dalam pengelolaan sumberdaya air.
Berdasarkan sejarahnya Hari Air Sedunia dicetuskan kali pertama saat digelar United Nations Conference on Environment and Development (UNCED) atau Konferensi Bumi oleh PBB di Rio de Janeiro pada tahun 1992.
Pada Sidang Umum PBB ke-47 yang dilaksanakan pada tanggal 22 Desember 1992, keluarlah Resolusi Nomor 147/1993 yang menetapkan pelaksanaan peringatan Hari Air se-Dunia setiap tanggal 22 Maret dan mulai diperingati pertama kali pada tahun 1993
Seperti kita ketahui, hampir 70% permukaan bumi tertutup air, namun sesungguhnya hanya sekitar 2.5% saja yang berupa air tawar, yang lainnya merupakan air asin. Itu pun tidak sampai 1% yang bisa dikonsumsi, sedangkan sisanya merupakan air tanah yang dalam atau berupa es di kutub.
Dengan seiring bertambahnya penduduk dan eskalasi pembangunan ekonomi, maka fungsi ekonomi dan sosial air sering terganggu karena semakin kritisnya suplai air sementara permintaan terus meningkat. Melihat kekhawatiran inilah maka sumber daya air kemudian tidak lagi diperlukan sebagai barang publik murni (pure public good) sehingga pemanfaatannya pun kemudian diatur dalam berbagai bentuk aturan main.
Air merupakan barang ultra-esensial bagi kelangsungan hidup manusia, bahkan para ahli memprediksi bahwa air akan menjadi sumber konflik di abad ke-21 ini. Bocoran laporan terkini dari Pentagon yang dikutip The Observer menyebutkan bahwa akan terjadi ‘catastrophic shortage’ (kekurangan air yang dahsyat) terhadap air di masa mendatang yang akan mengarah pada menyebarnya perang di sekitar tahun 2020. Di sisi lain kita juga sering bersikap ‘take it for granted’ terhadap air.
Bahkan dalam ilmu ekonomi dikenal adanya ‘water-diamond paradox’, di mana air yang begitu esensial dinilai begitu murah, sementara mutiara yang hanya sebatas perhiasan dinilai begitu mahal.
Tidaklah pada tempatnya kalau orang mengeksploitasi air secara berlebih. Mereka memanfaatkan air seolah-olah air berlimpah dan merupakan ‘barang bebas’. Padahal semakin terbatas jumlahnya akan berlaku hukum ekonomi, dimana air merupakan benda ekonomis. Sebagai bukti, masyarakat pedesaan harus berjalan kaki puluhan kilometer untuk mendapatkan air di musim kemarau. Orang rela bersusah payah dan berani membayar mahal untuk membeli air ketika terjadi krisis air.
Sementara itu diperkotaan kemajuan pesat yang telah dicapai pembangunan di Indonesia untuk meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat, ternyata juga diiringi oleh kemunduran kemampuan daya dukung sumberdaya alam sebagai penyangga kehidupan.
Berkurangnya lahan terbuka hijau dan resapan air menyebabkan persediaan air tanah berkurang dan perubahan iklim. Pembelian air kemasan yang memang praktis justru menimbulkan masalah baru yakni semakin menggunungnya sampah yang menjadi wadah untuk air kemasan tersebut.
Hal ini mau tidak mau menjadi tanggungjawab kita bersama bagaimana agar kesinambungan air bis terus lestari. Daripada banyak mengeluh dan dan saling menyalahkan yang justru tidak menyelesaikan masalah mari kita sama-sama menyupayakan dengan sedikit kesadaran kita mulai berhemat air bersih:
- Kurangi penggunaan air saat mandi secukupnya saja tak perlu menghabiskan satu bak hanya untuk mandi
- Matikan keran air jika bak sudah penuh, saat gosok gigi gunakan gayung atau penampung air jangan langsung menggunakan aliran keran air
- Mencuci pakaian hanya jika pakaian sudah terkumpul banyak
- Bawa botol minuman dari rumah. Membeli air dalam kemasan justru bisa menyebabkan boros air bersih. Untuk memproduksi botol-botol tersebut diperlukan banyak sekali air. Selamatkan lingkungan dengan mengurangi pembeliannya , dan beli botol minuman berbahan alumunium yang dapat dipakai berulang-ulang dalam jangka waktu lama.
- Cuci sendiri kendaraan kita secara manual, jika tidak memungkinkan bawa ketempat cucian umum tapi yang tidak menggunakan mesin otomatis yang justru boros air
- Tanam tumbuhan yang hemat air. Beberapa jenis rumput perlu disiram secara teratur agar tidak kering dan mati. Jika Anda sudah terlanjur memiliki jenis rumput tersebut, sebaiknya kurangi area rumput dan ganti dengan tanaman yang pada umumnya dapat tumbuh dengan baik tanpa harus sering disiram.
So... yuk upayakan cara sederhana ini mulai dari diri sendiri, keluarga dan lingkungan dari sekarang.
If someone does a kindness to you grave it on a stone so it's not easy to lose and always remembered but if you do a kindness to someone write on ground so it's lost very soon by the dust, wind and rain. All about...My words, feeling, memories, experience, and hopes
Rabu, 21 Maret 2012
Kamis, 15 Maret 2012
Cantikkah aku?
Adalah jamak ungkapan yang menyatakan cantik itu relatif...
Mungkin seringkali kita ini bertanya dalam hati
Entah memang sekedar bertanya atau meyakinkan diri sendiri
Cantikkah aku?
Cantik adalah ungkapan untuk menyatakan sesuatu keindahan, yang pada manusia selalu menciptakan ketertarikan
Kecantikan memiliki konsep yang berbeda-beda dari satu kebudayaan kepada kebudayaan lain dan selalu berubah-ubah dari satu masa ke masa yang lain
Namu satu hal yang pasti, kecantikan melekat pada diri seseorang, dalam hati, dan jiwa.
Kecantikan hati atau inner beauty yang menawan tidaklah diam melekat dalam diri saja, tetapi bergerak, memancar, menyentuh, menyinari orang-orang disekitarnya.
Kecantikan tidak dapat dikatakan memesona bila tidak dapat menyentuh kehidupan disekitarnya. Karena sudah sifat alaminya untuk selalu memancarkan, menyentuh hati semua orang yang ada disekelilingnya.
Kecantikan sudah ada dalam diri setiap orang, jadi tinggal bagaimana kualitas kecantikan itu mengeluarkan sifat alaminya.
Kualitas energi yang kita pancarkan menjadi penting, karena kita akan menarik orang-orang dengan kualitas energi sejenis dengan yang kita pancarkan.
Jawaban itu ada pada diri kita sendiri..
Sekarang masihkah kita bertanya Cantikkah aku?
Mungkin seringkali kita ini bertanya dalam hati
Entah memang sekedar bertanya atau meyakinkan diri sendiri
Cantikkah aku?
Cantik adalah ungkapan untuk menyatakan sesuatu keindahan, yang pada manusia selalu menciptakan ketertarikan
Kecantikan memiliki konsep yang berbeda-beda dari satu kebudayaan kepada kebudayaan lain dan selalu berubah-ubah dari satu masa ke masa yang lain
Namu satu hal yang pasti, kecantikan melekat pada diri seseorang, dalam hati, dan jiwa.
Kecantikan hati atau inner beauty yang menawan tidaklah diam melekat dalam diri saja, tetapi bergerak, memancar, menyentuh, menyinari orang-orang disekitarnya.
Kecantikan tidak dapat dikatakan memesona bila tidak dapat menyentuh kehidupan disekitarnya. Karena sudah sifat alaminya untuk selalu memancarkan, menyentuh hati semua orang yang ada disekelilingnya.
Kecantikan sudah ada dalam diri setiap orang, jadi tinggal bagaimana kualitas kecantikan itu mengeluarkan sifat alaminya.
Kualitas energi yang kita pancarkan menjadi penting, karena kita akan menarik orang-orang dengan kualitas energi sejenis dengan yang kita pancarkan.
Jawaban itu ada pada diri kita sendiri..
Sekarang masihkah kita bertanya Cantikkah aku?
Langganan:
Postingan (Atom)