LEBIH BANYAK VARIASI
Bayi Anda mulai mendekai masa batita. Ia sangat aktif dan cenderung sulit untuk berhenti bergerak. Semakin mendekati ulang tahun pertamanya, makanannya semakin bervariasi dan bertekstur kasar. Frekuensi makan juga bisa ditingkatkan menjadi 2-3 kali dengan 1-2 kali makanan selingan. Walaupun dia sudah mulai kehilangan minat pada payudara atau botol, lanjutkan pemberian ASI kapanpun bayi memintanya karena ASI tetap menjadi dasar utama dari kebutuhan nutrisinya selama masa pertumbuhan yang pesat ini.
Tetap perkenalkan jenis-jenis makanan baru untuk memperluas variasi makanan dan nutrisi yang dikonsumsinya.
Perkembangan kemampuan makan:
• Sama seperti usia 6-8 bulan DITAMBAH
• Lebih mudah menelan makanan.
• Memiliki lebih banyak gigi.
• Mampu mengambil makanan dan obyek lainnya dengan jempol dan telunjuk/jari tengah
• Memasukkan apapun dalam mulutnya.
• Menggerakkan rahang dalam gerakan mengunyah.
• Mengeksplorasi lingkungan sekitarnya melalui rasa, bau, suara dan penglihatan.
• Mulai siap untuk disapih menggunakan botol atau cangkir.
Apa yang diberikan:
• ASI/ ASI perahan atau susu formula DITAMBAH
• Beras/sereal (jenis apa saja)
• SAYURAN: buncis, kcg kapri, kcg panjang, labu
• BUAH: nanas, kiwi, mangga, melon
• PROTEIN: dg sapi, dg ayam, ati, kuning telur.
• PRODUK SUSU OLAHAN: keju cheddar dan yogurt untuk bayi.
• Finger food: potongan buah, biskuit bayi.
• Jus buah yang tidak asam
Yang Belum Boleh Diberikan:
• IKAN & KERANG
• SUSU SAPI
Jenis:
· 3-4 bahan dasar (sajikan terpisah atau dicampur)
· Tekstur kasar dan Finger Foods
· Dimasak (kecuali alpukat dan pisang matang)
Frekuensy:
· Makan utama: 2-3 kali per hari
· Cemilan: 2 kali per hari
· ASI sesuka bayi.
Porsi:
· Yogurt 50 ml, keju ukuran 1 kartu domino
. ¼ - ½ cangkir beras/cereal
· ¼ - ½ cangkir buah
· ¼ - ½ cangkir sayuran
· 1/8 - ¼ cangkir sumber protein.
· 50 ml jus buah
Tips Pemberian Makanan:
Pada usia ini, bayi Anda menjadi petualang sejati – merangkak, merambat dan mungkin sudah mulai berjalan. Dalam hal pemberian makan, penting sekali untuk diketahui orang tua bahwa orang tua harus memberikan contoh pola makan yang sehat serta memberikan makanan yang sehat untuk memastikan anak mempunyai pola makan sehat sepanjang masa.
· Perkenalkan makanan baru satu demi satu.
Jadi untuk satu jenis makanan beri waktu 2-4 hari.
Misalnya hari Senin selain memberikan makanan yang sudah pernah diterimanya kita perkenalkan kuning telur, pemberian kuning telur ini dilanjutkan sampai dengan Kamis.
Kenapa hal ini harus dilakukan? Untuk mempermudah deteksi alergi satu bahan makanan.
Bayangkan kalau kita memberi bayi kita 2 jenis makanan baru sekaligus (kuning telur dan keju misalnya) dan ternyata bayi kita mengalami reaksi alergi (gatal-gatal, batuk, beringus, sesak napas, dll), kita akan sulit mengetahui apakah bayi kita alergi terhadap kuning telur atau keju?
· Karena bayi sudah mulai mengunyah:
- Tingkatkan tekstur makanan. Anda bisa menghaluskan makanan dengan garpu atau mencincangnya, sehingga bayi akan dirangsang untuk mengunyah.
· Karena kemampuan bayi untuk memegang lebih berkembang:
- Perkenalkan finger foods seperti sayuran kukus atau buah yang lembek yang dipotong-potong seukuran 1 suapan bayi (wortel, kentang, mangga, pepaya).
- Walaupun Anda tetap menyuapinya, berikan bayi Anda sendok makan saat waktu makan dan biarkan dia untuk menyuapkan makanan sendiri. Hal ini juga mencegahnya untuk merampas sendok yang Anda pegang. Ia mungkin mengalami kesulitan atau kegagalan dalam menyuapi sendiri makanannya setidkanya sampai usia 1 tahun, namun latihan ini sangat baik untuk membangun kepercayaan dirinya. Mashed potato dan saus apel adalah makanan yang tepat untuk proses belajar ini. Anda bisa bergantian menyuapinya selagi dia mencoba untuk menyuapkan makanannya sendiri.
· Jangan berikan susu sapi (segar/UHT/bubuk) sampai anak usia 1 tahun.
Susu sapi bukanlah pengganti ASI yang tepat. Tunda pemberian susu sapi sampai bayi berusia 1 tahun.
· Ajak anak makan bersama keluarga.
Ajak anak duduk bersama keluarga saat waktu makan, baik bertepatan saat waktu makannya atau untuk menikmati saat-saat bercengkerama dengan keluarga. Berikan sedikit air/ASI/jus buah dalam training cup, atau peralatan makan untuk menyibukkan diri, atau cemilan sehat.
· Sedikit berantakan tidak apa-apa.
Mencoba dan mengeksplorasi hal-hal baru saat waktu makan akan membuat keadaan sedikit berantakan. Hal ini wajar karena anak sedang berada dalam tahap belajar. Agar Anda tidak kewalahan dan frustasi, tempatkan kursi makannya di atas alas lantai yang terbuat dari plastik, pastikan lap atau pel berada dalam jangkauan. Acara makan akan lebih efektif jika dilakukan saat anak sedang lapar sehingga dia akan tertarik untuk makan, bukannya bermain-main.
· Berikan makanan yang bervariasi.
- Dengan memberikan variasi rasa, bentuk, warna dan tekstur, maka anak Anda akan mendapatkan kandungan nutrisi yang dibutuhkannya, serta membentuk pola makan yang sehat dan tidak memilih-milih makanan. Jangan biarkan selera kita (terutama apa yang tidak kita suka) mempengaruhi pemilihan makanan untuk bayi Anda.
- Coba sajikan jenis makanan secara terpisah, jangan dicampur-campur, gunakan piring yang terkotak-kotak, sehingga anak bisa mengeksplorasi rasa dan tekstur dari setiap jenis makanan yang disajikan.
· Waspadai bahaya tersedak makanan
Beberapa jenis makanan mempunyai bentuk, ukuran atau tekstur yang bisa nyangkut di kerongkongan anak dan menyebabkan anak tersedak. Hindari pemberian makanan yang licin, atau berbentuk bulat utuh seperti anggur dan permen. Jenis makanan lain yang harus dihindari adalah kacang, selai kacang, potongan sayuran mentah, hotdog, potongan daging dan popcorn.
· Minum dari cangkir
- Jenis cangkir yang digunakan bervariasi. Pada umumnya, saat anak belajar minum, cangkir yang digunakan harus ringan, dan tanpa pegangan atau bagian yang menonjol. Bagian yang menonjol seperti di training cup pada umumnya sebaiknnya dihindari karena anak harus belajar memindahkan cairan dari bagian depan ke bagian belakang mulutnya.
If someone does a kindness to you grave it on a stone so it's not easy to lose and always remembered but if you do a kindness to someone write on ground so it's lost very soon by the dust, wind and rain. All about...My words, feeling, memories, experience, and hopes
Minggu, 27 September 2009
Senin, 07 September 2009
Makanan Padat Pertama (6-9 bln)
Sulit dipercaya betapa cepat bayi anda berkembang. Ia berkembang secara dramatis dari bayi kecil yang anda bawa pulang beberapa bulan yang lalu, dan sekarang ia telah mulai mempelajari kepandaian baru setiap hari.
Antara usia 6 – 9 bulan, ASI (atau susu formula yang diperkaya zat besi) masih menjadi sumber nutrisi bagi bayi anda. Penting untuk diingat bahwa sebagian besar nutrisi yang diperlukan bayi anda tetap berasal dari sumber-sumber tersebut diatas, meskipun anda telah menambahkan makanan padat ke dalam menunya. ASI menyediakan nutrisi yang diperlukan bayi anda, seperti kalsium, zat besi, protein dan zinc – zat seng.
Meskipun demikian, pada usia ini bayi biasanya membutuhkan lebih banyak zat besi dan seng daripada yang kandungan yang ada di dalam ASI (dan susu formula) – dan pada saat inilah, tambahan nutrisi dapat diperoleh dari makanan padat dalam porsi kecil. WHO dan UNICEF merekomendasikan pemberian ASI untuk tetap dilakukan sampai anak berusia dua tahun atau lebih.
Usia : 6 to 8 bulan
Tanda-tanda sudah siap diberikan makanan padat:
• Mempunyai kontrol yang baik terhadap kepala dan leher
• Sudah bisa duduk sendiri
• Menunjukkan ketertarikan terhadap makanan.
• Lidah tetap di dalam saat sendok dimasukkan ke dalam mulutnya.
• Terbiasa pada tekstur dan makanan baru
• Menggapai makanan atau benda lain, meraih dan memasukkannya ke dalam mulut.
• Memindahkan sendok dari satu tangan ke tangan yang lainnya
• Bila sudah kenyang, bisa menunjukkannya dengan cara memalingkan kepala atau dengan menutup mulut rapat-rapat
Tips Memperkenalkan Makanan Padat:
· Perkenalkan hanya satu jenis makanan baru dan berikan selama 2 sampai 4 hari sebelum perkenalkan makanan yang lain untuk memastikan bayi anda tidak alergi terhadap makanan tersebut.
· Urutan pemberian makan:
- Mulailah pemberian makanan padat dengan makanan yang paling tidak menyebabkan alergi (kadar protein paling rendah), yairtu serelia (beras merah, beras putih, havermut). Campurkan dengan ASI, air atau susu formula hingga semi-cair.
- Beberapa ahli gizi merekomendasikan agar sayuran diperkenalkan sebelum buah, karena buah yang rasanya manis akan membuat sayuran yang rasanya kurang manis menjadi tidak menarik untuk bayi. Mulailah dengan sayuran yang rasanya hambar seperti kentang, kacang hijau, labu, zucchini, baru kemudian perkenalkan buah seperti pisang, alpukat, apel, pir, blewah, timun suri.
· Pangku bayi anda atau dudukkan di kursi makan atau tempat duduk bayi saat anda menyuapi bayi anda.
Posisi makan yang semestinya adalah digendong anda atau didudukkan di tempat duduk bayi – pilihlah posisi yang paling aman untuk anda dan bayi anda.
· Mulai pemberian makanan padat secara bertahap.
Untuk mempermudah peralihan, mulailah pemberian makanan padat dengan makanan yang sudah dikenalnya – ASI atau susu formula. Mulailah pemberian makanan padat dengan meletakkan sedikit makan di ujung sendok dan letakkan sendok tersebut di tengah lidah bayi. Lihat reaksi bayi anda. Anda mungkin akan mendapatkan senyum tanda persetujuan atau seringai tanda tidak setuju. Cobalah untuk memperkenalkan satu makanan baru selama tiga kali. Ada kemungkinan bayi anda makan dengan tidak teratur. Ingatlah bahwa pada usia ini anda hanya memperkenalkan bayi anda pada makanan dan tekstur baru.
· Ketahui kapan harus berhenti memberi makan.
Bayi anda akan berhenti makan bila dia sudah kenyang. Jangan memaksa untuk tetap memberi makan. Apabila bayi anda sudah kenyang dia mungkin akan memberikan tanda-tanda sebagai berikut: mengatupkan bibir, menutup mulut, muntah, memainkan atau menggigit puting, memalingkan wajah dari sendok yang didekatkan ke mulutnya, menyandarkan tubuh ke belakang, makan atau minum lebih sedikit dan tertidur. Penting bagi bayi anda untuk merespon tanda-tanda lapar yang timbul dari dalam dirinya sendiri sebagai dasar dari kebiasaan makan yang sehat untuk sepanjang hidupnya.
· Berikan makanan tanpa tambahan gula atau garam.
Bayi anda tidak membutuhkan tambahan gula atau garam. Menambahkan bahan-bahan tersebut tidak akan memperbaiki nilai nutrisi dari makanannya dan membuat bayi Anda menetapkan makanan seperti ini sebagai standar pilihan makanan di masa mendatang.
· Jangan berikan madu selama 1 tahun pertama.
Madu tidak boleh diberikan untuk bayi dibawah 12 bulan. Jangan tambahkan madu pada makanan bayi anda atau mencelupkan dotnya ke dalam madu. Madu terbukti dapat menyebabkan penyakit serius, botulisme yang dapat menyebabkan kematian.
· Botol harus digunakan untuk cairan seperti susu formula atau air putih BUKAN untuk makanan.
Apabila tidak direkomendasikan oleh DSA anda, jangan masukkan jus buah, cereal atau makanan semi cair/padat lainnya ke dalam botol susu karena dapat menyebabkan bayi anda makan terlalu banyak.
· Gunakan boks bayi untuk tidur, bukan untuk makan.
Tidur dengan botol susu bisa meyebabkan berbagai masalah untuk bayi anda.
- Botol berisi susu, jus atau cairan lain yang mengandung gula bisa berkumppul di gigi bayi anda dan menyebakan terjadinya pembusukan gigi, yang disebut nursing-bottle caries - karies susu.*
- Minum dari botol sambil tiduran bisa menyebabkan infeksi telinga bagian tengah.
- Anda pasti tidak menginginkan botol tersebut menjadi empeng (pemberi rasa aman/pengganti ibu). Bangun kebiasaan untuk menyelesaikan minum susu atau makan sebelum menidurkan bayi anda.
Antara usia 6 – 9 bulan, ASI (atau susu formula yang diperkaya zat besi) masih menjadi sumber nutrisi bagi bayi anda. Penting untuk diingat bahwa sebagian besar nutrisi yang diperlukan bayi anda tetap berasal dari sumber-sumber tersebut diatas, meskipun anda telah menambahkan makanan padat ke dalam menunya. ASI menyediakan nutrisi yang diperlukan bayi anda, seperti kalsium, zat besi, protein dan zinc – zat seng.
Meskipun demikian, pada usia ini bayi biasanya membutuhkan lebih banyak zat besi dan seng daripada yang kandungan yang ada di dalam ASI (dan susu formula) – dan pada saat inilah, tambahan nutrisi dapat diperoleh dari makanan padat dalam porsi kecil. WHO dan UNICEF merekomendasikan pemberian ASI untuk tetap dilakukan sampai anak berusia dua tahun atau lebih.
Usia : 6 to 8 bulan
Tanda-tanda sudah siap diberikan makanan padat:
• Mempunyai kontrol yang baik terhadap kepala dan leher
• Sudah bisa duduk sendiri
• Menunjukkan ketertarikan terhadap makanan.
• Lidah tetap di dalam saat sendok dimasukkan ke dalam mulutnya.
• Terbiasa pada tekstur dan makanan baru
• Menggapai makanan atau benda lain, meraih dan memasukkannya ke dalam mulut.
• Memindahkan sendok dari satu tangan ke tangan yang lainnya
• Bila sudah kenyang, bisa menunjukkannya dengan cara memalingkan kepala atau dengan menutup mulut rapat-rapat
Tips Memperkenalkan Makanan Padat:
· Perkenalkan hanya satu jenis makanan baru dan berikan selama 2 sampai 4 hari sebelum perkenalkan makanan yang lain untuk memastikan bayi anda tidak alergi terhadap makanan tersebut.
· Urutan pemberian makan:
- Mulailah pemberian makanan padat dengan makanan yang paling tidak menyebabkan alergi (kadar protein paling rendah), yairtu serelia (beras merah, beras putih, havermut). Campurkan dengan ASI, air atau susu formula hingga semi-cair.
- Beberapa ahli gizi merekomendasikan agar sayuran diperkenalkan sebelum buah, karena buah yang rasanya manis akan membuat sayuran yang rasanya kurang manis menjadi tidak menarik untuk bayi. Mulailah dengan sayuran yang rasanya hambar seperti kentang, kacang hijau, labu, zucchini, baru kemudian perkenalkan buah seperti pisang, alpukat, apel, pir, blewah, timun suri.
· Pangku bayi anda atau dudukkan di kursi makan atau tempat duduk bayi saat anda menyuapi bayi anda.
Posisi makan yang semestinya adalah digendong anda atau didudukkan di tempat duduk bayi – pilihlah posisi yang paling aman untuk anda dan bayi anda.
· Mulai pemberian makanan padat secara bertahap.
Untuk mempermudah peralihan, mulailah pemberian makanan padat dengan makanan yang sudah dikenalnya – ASI atau susu formula. Mulailah pemberian makanan padat dengan meletakkan sedikit makan di ujung sendok dan letakkan sendok tersebut di tengah lidah bayi. Lihat reaksi bayi anda. Anda mungkin akan mendapatkan senyum tanda persetujuan atau seringai tanda tidak setuju. Cobalah untuk memperkenalkan satu makanan baru selama tiga kali. Ada kemungkinan bayi anda makan dengan tidak teratur. Ingatlah bahwa pada usia ini anda hanya memperkenalkan bayi anda pada makanan dan tekstur baru.
· Ketahui kapan harus berhenti memberi makan.
Bayi anda akan berhenti makan bila dia sudah kenyang. Jangan memaksa untuk tetap memberi makan. Apabila bayi anda sudah kenyang dia mungkin akan memberikan tanda-tanda sebagai berikut: mengatupkan bibir, menutup mulut, muntah, memainkan atau menggigit puting, memalingkan wajah dari sendok yang didekatkan ke mulutnya, menyandarkan tubuh ke belakang, makan atau minum lebih sedikit dan tertidur. Penting bagi bayi anda untuk merespon tanda-tanda lapar yang timbul dari dalam dirinya sendiri sebagai dasar dari kebiasaan makan yang sehat untuk sepanjang hidupnya.
· Berikan makanan tanpa tambahan gula atau garam.
Bayi anda tidak membutuhkan tambahan gula atau garam. Menambahkan bahan-bahan tersebut tidak akan memperbaiki nilai nutrisi dari makanannya dan membuat bayi Anda menetapkan makanan seperti ini sebagai standar pilihan makanan di masa mendatang.
· Jangan berikan madu selama 1 tahun pertama.
Madu tidak boleh diberikan untuk bayi dibawah 12 bulan. Jangan tambahkan madu pada makanan bayi anda atau mencelupkan dotnya ke dalam madu. Madu terbukti dapat menyebabkan penyakit serius, botulisme yang dapat menyebabkan kematian.
· Botol harus digunakan untuk cairan seperti susu formula atau air putih BUKAN untuk makanan.
Apabila tidak direkomendasikan oleh DSA anda, jangan masukkan jus buah, cereal atau makanan semi cair/padat lainnya ke dalam botol susu karena dapat menyebabkan bayi anda makan terlalu banyak.
· Gunakan boks bayi untuk tidur, bukan untuk makan.
Tidur dengan botol susu bisa meyebabkan berbagai masalah untuk bayi anda.
- Botol berisi susu, jus atau cairan lain yang mengandung gula bisa berkumppul di gigi bayi anda dan menyebakan terjadinya pembusukan gigi, yang disebut nursing-bottle caries - karies susu.*
- Minum dari botol sambil tiduran bisa menyebabkan infeksi telinga bagian tengah.
- Anda pasti tidak menginginkan botol tersebut menjadi empeng (pemberi rasa aman/pengganti ibu). Bangun kebiasaan untuk menyelesaikan minum susu atau makan sebelum menidurkan bayi anda.
Langganan:
Postingan (Atom)