Saat masih kecil dulu, orangtua seringkali memaksa agar kita menyantap sarapan sebelum mulai beraktivitas. Tapi, kini, seiring sibuknya kita mengejar waktu, tak jarang makan pagi yang sejatinya adalah waktu makan terpenting dalam sehari ini, terlewatkan.
Dalam buku Healthy Food for Healthy People karangan Peter C Kurniali dan Nugroho Abikusno M.D., Ph. D., dituliskan mengenai penelitian oleh Carnegie Foundation mengenai pentingnya sarapan. Menurut penelitian tersebut, diketahui bahwa anak-anak yang tidak sarapan akan mengalami kesulitan berkonsentrasi saat belajar di sekolah dan merasa gelisah menjelang siang hari. Hal ini terjadi karena otak perlu glukosa untuk dapat bekerja baik. Kalau tidak ada asupan, maka otaknya akan sulit untuk bekerja optimal. (Terimakasih ya Ma... atas sarapan tiap pagi yang mama siapkan walau hanya Nasi dan lauk sederhana tapi rasa cinta, pengorbanan dan ketulusanmu luar biasa, maaf juga jika dulu kami sering melewatkan sarapan yang mama siapkan ;)
Alasan lain yang sering digunakan orang untuk melewatkan sarapan adalah untuk menurunkan berat badan/diet. Padahal, hal ini tidak sepenuhnya benar. Disebutkan pula dalam buku tadi, menurut penelitian Journal of Obesity Research di tahun 2002, pada 300 orang yang mengalami obesitas (kegemukan), diminta untuk rutin sarapan. Hasilnya, dalam waktu beberapa bulan, 80 persen dari para responden berhasil menurunkan berat badan secara signifikan.
Sementara itu pengertian Diet sendiri adalah jumlah makanan yang dikonsumsi oleh seseorang atau organisme tertentu. Jenis diet sangat dipengaruhi oleh latar belakang asal individu atau keyakinan yang dianut masyarakat tertentu. Walaupun manusia pada dasarnya adalah omnivora, suatu kelompok masyarakat biasanya memiliki preferensi atau pantangan terhadap beberapa jenis makanan.
Berbeda dalam penyebutan di beberapa negara, dalam bahasa Indonesia, kata diet lebih sering ditujukan untuk menyebut suatu upaya menurunkan berat badan atau mengatur asupan nutrisi tertentu.
Dalam pekembangannya, diet dalam konteks upaya mengatur asupan nutrisi dibagi menjadi beberapa jenis, yaitu:
* Menurunkan Berat (Massa) Badan misalnya bagi model atau aktris yang ingin menjaga penampilannya.
* Meningkatkan Berat (Massa) Badan misalnya bagi olahragawan atau atlet binaraga yang ingin meningkatkan massa otot.
* Pantang Terhadap Makanan Tertentu misalnya bagi penderita diabetes (rendah karbohidrat dan gula).
Dengan kata lain Asupan nutrisi seseorang sangat berpengaruh terhadap masssa tubuhnya.
Terdapat beberapa faktor yang memengaruhi massa tubuh. Faktor-faktor itu dikelompokkan menjadi dua, yaitu faktor internal dan eksternal.
Faktor internal mencakup faktor-faktor hereditas seperti gen, regulasi termis, dan metabolisme.
Faktor eksternal mencakup aktivitas fisik, dan asupan makanan
Berat badan dapat diturunkan dengan mudah dengan cara membatasi asupan nutrisi. Faktor pengali untuk energi yang umum diterima oleh banyak orang adalah sebagai berikut:
1 gram karbohidrat menghasilkan 4 kkal,
1 gram protein 4 kkal,
dan 1 gram lemak 9 kkal.
Dengan menjumlahkan nilai BMR dengan kebutuhan kalori peraktivitas, seseorang dapat dengan mudah memprediksi hasil dietnya.
Jika kalori masuk > kalori keluar, maka sisa kalori akan disimpan dalam tubuh.
Jika kalori masuk < kalori keluar, maka simpanan kalori (lemak) akan digunakan untuk menutupi defisit energi.
Kalori masuk adalah kalori yang diperoleh dari makanan sedangkan kalori keluar adalah kebutuhan kalori untuk BMR ditambah dengan kalori peraktivitas.
World Health Organization (WHO) menganjurkan setiap individu untuk memiliki energi dan berat badan yang sehat dan seimbang. Cara menurunkan berat badan yang dianjurkan adalah dengan memperbanyak aktivitas (berolah raga), mengurangi asupan kalori (mengurangi porsi makan tetapi tetap menjaga nilai gizi).
Beberapa gejala yang mungkin menyertai cara diet yang keliru antara lain pingsan, pusing, lemas, dan malnutrisi.
Nah, dah dapet contekan... sekarang gak perlu menunda sarapan kan kalau mau langsing dan sehat?
If someone does a kindness to you grave it on a stone so it's not easy to lose and always remembered but if you do a kindness to someone write on ground so it's lost very soon by the dust, wind and rain. All about...My words, feeling, memories, experience, and hopes
Selasa, 17 Juli 2012
Kamis, 28 Juni 2012
Potensi, performance vs Cuti melahirkan
Dimasa sekarang, sudah bukan pemandangan aneh melihat wanita berkarier di bidang yang biasanya dikuasai pria. Dari eksplorasi minyak di tengah laut, pilot, pengemudi taksi, hingga memanjat menara telekomunikasi. Bahkan, banyak di antara wanita tersebut yang menjadi atasan. Apa yang membuat mereka bisa diterima dan diakui di tempat kerjanya? Wanita yang diterima biasanya memiliki kemampuan minimal sepadan atau lebih dari para pria.
Biasanya wanita memang lebih tekun ketimbang pria. Tapi sering kali ketika menyampaikan pemikirannya, wanita kurang bisa tegas dan berani. Sehingga sering kali pula pendapatnya jadi diabaikan. Padahal semua kelebihan dan kekurangan karakter kerja itu sebetulnya kembali ke individu masing-masing.
Pendapat "Bahwa wanita bekerja dengan hati atau memakai emosi, sedangkan pria bekerja memakai rasio
" nyatanya tidak selalu begitu. Ada juga pria yang bekerja dengan emosi. Begitu pula ada wanita yang bekerja sangat rasional. Padahal yang penting, wanita ataupun pria, bila ingin diterima dengan tangan terbuka di tempat kerja , harus menunjukkan kompetensi dan profesionalismenya.
Akan tetapi kenyataan sehari-hari dalam dunia kerja perlakuan terhadap perempuan ini seringkali amat diskriminatif, sejumlah pekerja atau atasan pria bisa bersikap fair kepada sesama pria, tapi ketika bekerja dengan wanita, ia belum tentu bersikap sama adilnya. mereka cenderung menganggap wanita sebagai warga negara kelas dua.
Demikian juga halnya akan kondisi dan peran perempuan yang harus mengalami proses-proses biologis seperti hamil, melahirkan dan menyusui. Dan hal ini seringkali membuat para perempuan pekerja yang potensial meninggalkan pekerjaannya akibat ketidakpekaan lingkungan kerjanya.
Kondisi kehamilan, melahirkan dan pasca persalinan yang begitu kompleks bagi pekerja perempuan, hal ini seringkali mengubah paradigma para atasan maupun rekan kerja pria terhadap kinerja perempuan tersebut secara keseluruhan.
Selama ini perempuan harus menanggung peran ganda lebih disebabkan oleh kesalahan paradigma yang sangat materialistik.
Yang dilakukan laki-laki dianggap sebagai kerja karena menghasilkan uang.
Sedangkan apapun yang dilakukan perempuan, walaupun sesungguhnya sangat berat (bahkan harus mempertaruhkan nyawa ketika hamil dan melahirkan - dan tidak pernah bisa dilakukan laki-laki) hanya dianggap aktivitas belaka, karena tidak menghasilkan uang. Atau kasarnya kondisi kehamilan dan cuti melahirkan tidak berkaitan langsung terhadap pekerjaan dalam perusahaan dan malah menambah cost baru bagi perusahaan untuk hiring penganti sementara karyawan perempuan yang bersangkutan cuti.
Oleh karena itu potensi serta performance yang ditunjukkan perempuan selama bertahun-tahun bisa hancur berantakan akibat kondisi tersebut. Belum lagi permasalahan setelah cuti, yang bersangkutan biasanya memulai lagi dari nol akibat ketertinggalan isu-isu terkini dan pendelegasian tugas yang dilakukannya.
Dalam pemberitaan beberapa hari lalu Menteri Negara BUMN kembali melontarkan gagasan luar biasa agar perempuan yang melahirkan memperoleh cuti sampai dua tahun. Kendati baru terbatas pada gagasan dan dalam lingkup birokrasi BUMN, namun gagasan tersebut akan menjadi awal yang sangat baik untuk menjadikannya sebagai kebijakan dengan lingkup yang lebih luas. Hal tersebut memiliki perspektif yang sangat futuristic, sebab jika dikelola dengan baik pemberian cuti tersebut akan berimplikasi sangat luas, bukan hanya pada perempuan yang memperoleh cuti, tetapi terlebih kepada anak-anak yang mereka lahirkan. Perhatian yang cukup dan pengurusan yang optimal akan melahirkan dan menumbuhkan generasi baru yang berkualitas yang mampu mendorong kemajuan peradaban Negara. (Serius.. implikasinya bisa sebesar ini lho)
Mungkin sebagian pemikiran jangka pendek hanya bermasalah soal berapa uang yang harus dikeluarkan untuk menanggung perempuan yang cuti karena hamil dan melahirkan kemudian mengurus anak. Tetapi dalam jangka panjang kita harus melihat secara jauh bahwa hal ini juga merupakan kontribusi yang sangat besar dalam menyiapkan generasi berkualitas dimasa mendatang.
Bahkan Nabi Muhammad telah melihat hal itu jauh sebelum seorang ‘Dahlan Iskan’ mengeluarkan gagasan ini. Beliau secara tegas menyatakan bahwa perempuan adalah tiang Negara. Cara pandang Nabi tersebut sangat masuk akal karena perempuan merupakan agen yang memiliki kesempatan paling besar untuk mempengaruhi cara berfikir dan berperilaku umat manusia.
Semoga gagasan ini bukan hanya sekedar wacana dan semoga kedepannya tidak ada lagi paradigma yang menghambat kemajuan perempuan dalam pekerjaannya.
Semoga.... (hopes)
Biasanya wanita memang lebih tekun ketimbang pria. Tapi sering kali ketika menyampaikan pemikirannya, wanita kurang bisa tegas dan berani. Sehingga sering kali pula pendapatnya jadi diabaikan. Padahal semua kelebihan dan kekurangan karakter kerja itu sebetulnya kembali ke individu masing-masing.
Pendapat "Bahwa wanita bekerja dengan hati atau memakai emosi, sedangkan pria bekerja memakai rasio
" nyatanya tidak selalu begitu. Ada juga pria yang bekerja dengan emosi. Begitu pula ada wanita yang bekerja sangat rasional. Padahal yang penting, wanita ataupun pria, bila ingin diterima dengan tangan terbuka di tempat kerja , harus menunjukkan kompetensi dan profesionalismenya.
Akan tetapi kenyataan sehari-hari dalam dunia kerja perlakuan terhadap perempuan ini seringkali amat diskriminatif, sejumlah pekerja atau atasan pria bisa bersikap fair kepada sesama pria, tapi ketika bekerja dengan wanita, ia belum tentu bersikap sama adilnya. mereka cenderung menganggap wanita sebagai warga negara kelas dua.
Demikian juga halnya akan kondisi dan peran perempuan yang harus mengalami proses-proses biologis seperti hamil, melahirkan dan menyusui. Dan hal ini seringkali membuat para perempuan pekerja yang potensial meninggalkan pekerjaannya akibat ketidakpekaan lingkungan kerjanya.
Kondisi kehamilan, melahirkan dan pasca persalinan yang begitu kompleks bagi pekerja perempuan, hal ini seringkali mengubah paradigma para atasan maupun rekan kerja pria terhadap kinerja perempuan tersebut secara keseluruhan.
Selama ini perempuan harus menanggung peran ganda lebih disebabkan oleh kesalahan paradigma yang sangat materialistik.
Yang dilakukan laki-laki dianggap sebagai kerja karena menghasilkan uang.
Sedangkan apapun yang dilakukan perempuan, walaupun sesungguhnya sangat berat (bahkan harus mempertaruhkan nyawa ketika hamil dan melahirkan - dan tidak pernah bisa dilakukan laki-laki) hanya dianggap aktivitas belaka, karena tidak menghasilkan uang. Atau kasarnya kondisi kehamilan dan cuti melahirkan tidak berkaitan langsung terhadap pekerjaan dalam perusahaan dan malah menambah cost baru bagi perusahaan untuk hiring penganti sementara karyawan perempuan yang bersangkutan cuti.
Oleh karena itu potensi serta performance yang ditunjukkan perempuan selama bertahun-tahun bisa hancur berantakan akibat kondisi tersebut. Belum lagi permasalahan setelah cuti, yang bersangkutan biasanya memulai lagi dari nol akibat ketertinggalan isu-isu terkini dan pendelegasian tugas yang dilakukannya.
Dalam pemberitaan beberapa hari lalu Menteri Negara BUMN kembali melontarkan gagasan luar biasa agar perempuan yang melahirkan memperoleh cuti sampai dua tahun. Kendati baru terbatas pada gagasan dan dalam lingkup birokrasi BUMN, namun gagasan tersebut akan menjadi awal yang sangat baik untuk menjadikannya sebagai kebijakan dengan lingkup yang lebih luas. Hal tersebut memiliki perspektif yang sangat futuristic, sebab jika dikelola dengan baik pemberian cuti tersebut akan berimplikasi sangat luas, bukan hanya pada perempuan yang memperoleh cuti, tetapi terlebih kepada anak-anak yang mereka lahirkan. Perhatian yang cukup dan pengurusan yang optimal akan melahirkan dan menumbuhkan generasi baru yang berkualitas yang mampu mendorong kemajuan peradaban Negara. (Serius.. implikasinya bisa sebesar ini lho)
Mungkin sebagian pemikiran jangka pendek hanya bermasalah soal berapa uang yang harus dikeluarkan untuk menanggung perempuan yang cuti karena hamil dan melahirkan kemudian mengurus anak. Tetapi dalam jangka panjang kita harus melihat secara jauh bahwa hal ini juga merupakan kontribusi yang sangat besar dalam menyiapkan generasi berkualitas dimasa mendatang.
Bahkan Nabi Muhammad telah melihat hal itu jauh sebelum seorang ‘Dahlan Iskan’ mengeluarkan gagasan ini. Beliau secara tegas menyatakan bahwa perempuan adalah tiang Negara. Cara pandang Nabi tersebut sangat masuk akal karena perempuan merupakan agen yang memiliki kesempatan paling besar untuk mempengaruhi cara berfikir dan berperilaku umat manusia.
Semoga gagasan ini bukan hanya sekedar wacana dan semoga kedepannya tidak ada lagi paradigma yang menghambat kemajuan perempuan dalam pekerjaannya.
Semoga.... (hopes)
Selasa, 12 Juni 2012
Cantik itu....
Cantik itu relatif...
kata-kata ini sering kali diucapkan untuk menetralkan debat kusir cantik tidaknya sesuatu objek
Cantik adalah ungkapan untuk menyatakan sesuatu keindahan, yang pada manusia selalu menciptakan ketertarikan.
Kecantikan mempunyai konsep yang berbeda-beda dari satu kebudayaan ke kebudayaan lain dan selalu berubah-ubah dari suatu masa ke masa yang lain. Buat semua perempuan Indonesia... kita semua cantik!
Dinamika kehidupan telah menampilkan sejumlah pandangan atau mitos yang menempatkan nilai kecantikan perempuan, bagaikan dua sisi mata uang : cantik dan jelek.
Padahal, tidak pernah ada disebutkan kalau hasil karya cipta Tuhan itu, ada yang jelek. Jika memandang sisi kehidupan manusia, hanya ada satu yang bisa dikatakan jelek : adanya sikap atau perilaku yang jelek. Just that.
Oleh sebab itu, perempuan harus berani tampil cantik, dengan tidak membiarkan adanya pandangan atau pola pemikiran yang ingin memposisikan perempuan sebagai insan lemah, yang menerima saja adanya ungkapan yang menjustifikasi dirinya sebagai seseorang yang tidak menarik, dan tidak layak tampil bagaikan bidadari atau putri dari penguasa negeri.
Setiap perempuan harus berani menyangkal dalam hatinya, apabila ada pola pemikiran yang ingin membiaskan segenap harapan dan mimpi mereka, untuk dihargai serta mendapat perhatian orang lain, dengan mengatakan dirinya jelek. Anggap saja mereka sedang bercanda atau takut tersaingi.
Akan tetapi, perempuan harus mau menerima adanya pemikiran-pemikiran korektif yang ditujukan pada mereka. Sebab pada dasarnya, citra diri seorang perempuan, merupakan hasil dari kesadaran dan upaya diri untuk tidak mengacuhkan begitu saja, adanya pandangan-pandangan miris orang lain terhadap penampilan, sikap, serta gaya hidupnya.
Fakta menunjukkan, seorang perempuan yang selalu memiliki hasrat untuk bisa menampilkan citra dirinya, adalah perempuan yang telah siap untuk menggapai masa depan yang gemilang, siap untuk menghadapi persaingan, serta siap untuk bersosialisasi dengan berbagai kalangan.
Citra diri merupakan penilaian akumulasi. Adanya citra diri yang baik bisa diperoleh apabila setiap perempuan dapat tampil dengan penuh percaya diri, karena seseorang yang percaya diri, tidak akan merasa terbeban untuk menampilkan hal-hal menarik dari dalam dirinya, sehingga pandangan dan penilaian orang lain, tidak tertuju pada kekurangan diri yang ada pada mereka.
So, apabila ingin citra diri seorang perempuan dapat memikat perhatian (to be good inspiration for others) serta menghadirkan apresiasi dari orang lain, semuanya itu berasal dari ada atau tidaknya keinginan dan kemauan diri untuk berani tampil cantik, lebih percaya diri serta dapat menampilkan kemampuan intelektual dirinya.
Girls, you can do that. Be yourself.
kata-kata ini sering kali diucapkan untuk menetralkan debat kusir cantik tidaknya sesuatu objek
Cantik adalah ungkapan untuk menyatakan sesuatu keindahan, yang pada manusia selalu menciptakan ketertarikan.
Kecantikan mempunyai konsep yang berbeda-beda dari satu kebudayaan ke kebudayaan lain dan selalu berubah-ubah dari suatu masa ke masa yang lain. Buat semua perempuan Indonesia... kita semua cantik!
Dinamika kehidupan telah menampilkan sejumlah pandangan atau mitos yang menempatkan nilai kecantikan perempuan, bagaikan dua sisi mata uang : cantik dan jelek.
Padahal, tidak pernah ada disebutkan kalau hasil karya cipta Tuhan itu, ada yang jelek. Jika memandang sisi kehidupan manusia, hanya ada satu yang bisa dikatakan jelek : adanya sikap atau perilaku yang jelek. Just that.
Oleh sebab itu, perempuan harus berani tampil cantik, dengan tidak membiarkan adanya pandangan atau pola pemikiran yang ingin memposisikan perempuan sebagai insan lemah, yang menerima saja adanya ungkapan yang menjustifikasi dirinya sebagai seseorang yang tidak menarik, dan tidak layak tampil bagaikan bidadari atau putri dari penguasa negeri.
Setiap perempuan harus berani menyangkal dalam hatinya, apabila ada pola pemikiran yang ingin membiaskan segenap harapan dan mimpi mereka, untuk dihargai serta mendapat perhatian orang lain, dengan mengatakan dirinya jelek. Anggap saja mereka sedang bercanda atau takut tersaingi.
Akan tetapi, perempuan harus mau menerima adanya pemikiran-pemikiran korektif yang ditujukan pada mereka. Sebab pada dasarnya, citra diri seorang perempuan, merupakan hasil dari kesadaran dan upaya diri untuk tidak mengacuhkan begitu saja, adanya pandangan-pandangan miris orang lain terhadap penampilan, sikap, serta gaya hidupnya.
Fakta menunjukkan, seorang perempuan yang selalu memiliki hasrat untuk bisa menampilkan citra dirinya, adalah perempuan yang telah siap untuk menggapai masa depan yang gemilang, siap untuk menghadapi persaingan, serta siap untuk bersosialisasi dengan berbagai kalangan.
Citra diri merupakan penilaian akumulasi. Adanya citra diri yang baik bisa diperoleh apabila setiap perempuan dapat tampil dengan penuh percaya diri, karena seseorang yang percaya diri, tidak akan merasa terbeban untuk menampilkan hal-hal menarik dari dalam dirinya, sehingga pandangan dan penilaian orang lain, tidak tertuju pada kekurangan diri yang ada pada mereka.
So, apabila ingin citra diri seorang perempuan dapat memikat perhatian (to be good inspiration for others) serta menghadirkan apresiasi dari orang lain, semuanya itu berasal dari ada atau tidaknya keinginan dan kemauan diri untuk berani tampil cantik, lebih percaya diri serta dapat menampilkan kemampuan intelektual dirinya.
Girls, you can do that. Be yourself.
Rabu, 02 Mei 2012
Sudahkah aku tersenyum hari ini?
"Mama memang gak marah... emang bawaan wajah mama dingin banget bikin orang segan atau sungkan gitu untuk minta tolong, coba deh ma senyum dikit aja kalau lagi liat orang" begitu komentar suamiku beberapa hari lalu.
"mama sering senyum kok memang masih kurang ya?" jawabku saat itu.
"Iya mama memang sering senyum tapi terbatas pada orang yang dikenal saja,
gak ada salahnya kan kalau senyum juga ke orang yg belum atau tidak kenal sama sekali? Seyum itu ibadah lho" begitu timpalnya.
Iya juga ya... gak ada salahnya jika aku memulai hari dengan tersenyum
dan sepertinya memang memberi efek baik untuk sepanjang hari
Memulai kebiasaan baik cukup efektif dimulai dari diri sendiri.
Dari bangun tidur tersenyum kepada seisi rumah...
diperjalanan menuju ke kantor dan seterusnya (
tapi bukan senyum palsu dan cari perhatian lho, kita pasti bisa menempatkan kemana senyuman yang akan kita lemparkan atau berikan)
Terbukti setelah aku mulai menerapkannya beberapa hari terakhir
rasanya enak aja walaupun awalnya agak kikuk tapi lama-kelamaan asyik juga.
Jadi ingat kata bijak yang bilang:
A smile cost nothing but created much
It happens in a flash but the memory of it last forever
It can not be begged, borrowed nor stolen
yet it of no earthly good until given away
So it in your travels you meet some one who is too weary to smile
leave me of yours..for no one needs one quite as much as he who has to give
hari ini aku sudah tersenyum belum ya..?
Rabu, 21 Maret 2012
Water is everybody business
Dalam Rangka Memperingati Hari Air Sedunia
Adanya permasalahan air yang sedang dialami dunia ini telah mendorong dan meningkatkan kesadaran dan kepedulian perlunya upaya bersama dari seluruh komponen bangsa dan bahkan dunia untuk dengan kebersamaan memanfaatkan dan melestarikan sumberdaya air secara berkelanjutan. Pengelolaan sumberdaya air seperti cara lama yang dilakukan sendiri-sendiri atau secara terbatas oleh instansi-instansi pemerintah dan para ahli bidang air sudah tidak dapat secara efektif mengatasi permasalahan. Pengalaman menunjukkan pengelolaan yang berkelanjutan tidak dapat diselesaikan sendirian oleh pemerintah dan karena itu perlu melibatkan banyak pihak diluar instansi pemerintah. Dengan kesadaran akan pentingnya air sebagai sumber kehidupan baik masa kini maupun masa datang yang dibutuhkan oleh berbagai sektor, maka air merupakan urusan semua orang. Ungkapan ‘Water is everybody business’ yang telah mendunia menjadi pedoman bagi seluruh pihak dalam pengelolaan sumberdaya air.
Berdasarkan sejarahnya Hari Air Sedunia dicetuskan kali pertama saat digelar United Nations Conference on Environment and Development (UNCED) atau Konferensi Bumi oleh PBB di Rio de Janeiro pada tahun 1992.
Pada Sidang Umum PBB ke-47 yang dilaksanakan pada tanggal 22 Desember 1992, keluarlah Resolusi Nomor 147/1993 yang menetapkan pelaksanaan peringatan Hari Air se-Dunia setiap tanggal 22 Maret dan mulai diperingati pertama kali pada tahun 1993
Seperti kita ketahui, hampir 70% permukaan bumi tertutup air, namun sesungguhnya hanya sekitar 2.5% saja yang berupa air tawar, yang lainnya merupakan air asin. Itu pun tidak sampai 1% yang bisa dikonsumsi, sedangkan sisanya merupakan air tanah yang dalam atau berupa es di kutub.
Dengan seiring bertambahnya penduduk dan eskalasi pembangunan ekonomi, maka fungsi ekonomi dan sosial air sering terganggu karena semakin kritisnya suplai air sementara permintaan terus meningkat. Melihat kekhawatiran inilah maka sumber daya air kemudian tidak lagi diperlukan sebagai barang publik murni (pure public good) sehingga pemanfaatannya pun kemudian diatur dalam berbagai bentuk aturan main.
Air merupakan barang ultra-esensial bagi kelangsungan hidup manusia, bahkan para ahli memprediksi bahwa air akan menjadi sumber konflik di abad ke-21 ini. Bocoran laporan terkini dari Pentagon yang dikutip The Observer menyebutkan bahwa akan terjadi ‘catastrophic shortage’ (kekurangan air yang dahsyat) terhadap air di masa mendatang yang akan mengarah pada menyebarnya perang di sekitar tahun 2020. Di sisi lain kita juga sering bersikap ‘take it for granted’ terhadap air.
Bahkan dalam ilmu ekonomi dikenal adanya ‘water-diamond paradox’, di mana air yang begitu esensial dinilai begitu murah, sementara mutiara yang hanya sebatas perhiasan dinilai begitu mahal.
Tidaklah pada tempatnya kalau orang mengeksploitasi air secara berlebih. Mereka memanfaatkan air seolah-olah air berlimpah dan merupakan ‘barang bebas’. Padahal semakin terbatas jumlahnya akan berlaku hukum ekonomi, dimana air merupakan benda ekonomis. Sebagai bukti, masyarakat pedesaan harus berjalan kaki puluhan kilometer untuk mendapatkan air di musim kemarau. Orang rela bersusah payah dan berani membayar mahal untuk membeli air ketika terjadi krisis air.
Sementara itu diperkotaan kemajuan pesat yang telah dicapai pembangunan di Indonesia untuk meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat, ternyata juga diiringi oleh kemunduran kemampuan daya dukung sumberdaya alam sebagai penyangga kehidupan.
Berkurangnya lahan terbuka hijau dan resapan air menyebabkan persediaan air tanah berkurang dan perubahan iklim. Pembelian air kemasan yang memang praktis justru menimbulkan masalah baru yakni semakin menggunungnya sampah yang menjadi wadah untuk air kemasan tersebut.
Hal ini mau tidak mau menjadi tanggungjawab kita bersama bagaimana agar kesinambungan air bis terus lestari. Daripada banyak mengeluh dan dan saling menyalahkan yang justru tidak menyelesaikan masalah mari kita sama-sama menyupayakan dengan sedikit kesadaran kita mulai berhemat air bersih:
- Kurangi penggunaan air saat mandi secukupnya saja tak perlu menghabiskan satu bak hanya untuk mandi
- Matikan keran air jika bak sudah penuh, saat gosok gigi gunakan gayung atau penampung air jangan langsung menggunakan aliran keran air
- Mencuci pakaian hanya jika pakaian sudah terkumpul banyak
- Bawa botol minuman dari rumah. Membeli air dalam kemasan justru bisa menyebabkan boros air bersih. Untuk memproduksi botol-botol tersebut diperlukan banyak sekali air. Selamatkan lingkungan dengan mengurangi pembeliannya , dan beli botol minuman berbahan alumunium yang dapat dipakai berulang-ulang dalam jangka waktu lama.
- Cuci sendiri kendaraan kita secara manual, jika tidak memungkinkan bawa ketempat cucian umum tapi yang tidak menggunakan mesin otomatis yang justru boros air
- Tanam tumbuhan yang hemat air. Beberapa jenis rumput perlu disiram secara teratur agar tidak kering dan mati. Jika Anda sudah terlanjur memiliki jenis rumput tersebut, sebaiknya kurangi area rumput dan ganti dengan tanaman yang pada umumnya dapat tumbuh dengan baik tanpa harus sering disiram.
So... yuk upayakan cara sederhana ini mulai dari diri sendiri, keluarga dan lingkungan dari sekarang.
Berdasarkan sejarahnya Hari Air Sedunia dicetuskan kali pertama saat digelar United Nations Conference on Environment and Development (UNCED) atau Konferensi Bumi oleh PBB di Rio de Janeiro pada tahun 1992.
Pada Sidang Umum PBB ke-47 yang dilaksanakan pada tanggal 22 Desember 1992, keluarlah Resolusi Nomor 147/1993 yang menetapkan pelaksanaan peringatan Hari Air se-Dunia setiap tanggal 22 Maret dan mulai diperingati pertama kali pada tahun 1993
Seperti kita ketahui, hampir 70% permukaan bumi tertutup air, namun sesungguhnya hanya sekitar 2.5% saja yang berupa air tawar, yang lainnya merupakan air asin. Itu pun tidak sampai 1% yang bisa dikonsumsi, sedangkan sisanya merupakan air tanah yang dalam atau berupa es di kutub.
Dengan seiring bertambahnya penduduk dan eskalasi pembangunan ekonomi, maka fungsi ekonomi dan sosial air sering terganggu karena semakin kritisnya suplai air sementara permintaan terus meningkat. Melihat kekhawatiran inilah maka sumber daya air kemudian tidak lagi diperlukan sebagai barang publik murni (pure public good) sehingga pemanfaatannya pun kemudian diatur dalam berbagai bentuk aturan main.
Air merupakan barang ultra-esensial bagi kelangsungan hidup manusia, bahkan para ahli memprediksi bahwa air akan menjadi sumber konflik di abad ke-21 ini. Bocoran laporan terkini dari Pentagon yang dikutip The Observer menyebutkan bahwa akan terjadi ‘catastrophic shortage’ (kekurangan air yang dahsyat) terhadap air di masa mendatang yang akan mengarah pada menyebarnya perang di sekitar tahun 2020. Di sisi lain kita juga sering bersikap ‘take it for granted’ terhadap air.
Bahkan dalam ilmu ekonomi dikenal adanya ‘water-diamond paradox’, di mana air yang begitu esensial dinilai begitu murah, sementara mutiara yang hanya sebatas perhiasan dinilai begitu mahal.
Tidaklah pada tempatnya kalau orang mengeksploitasi air secara berlebih. Mereka memanfaatkan air seolah-olah air berlimpah dan merupakan ‘barang bebas’. Padahal semakin terbatas jumlahnya akan berlaku hukum ekonomi, dimana air merupakan benda ekonomis. Sebagai bukti, masyarakat pedesaan harus berjalan kaki puluhan kilometer untuk mendapatkan air di musim kemarau. Orang rela bersusah payah dan berani membayar mahal untuk membeli air ketika terjadi krisis air.
Sementara itu diperkotaan kemajuan pesat yang telah dicapai pembangunan di Indonesia untuk meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat, ternyata juga diiringi oleh kemunduran kemampuan daya dukung sumberdaya alam sebagai penyangga kehidupan.
Berkurangnya lahan terbuka hijau dan resapan air menyebabkan persediaan air tanah berkurang dan perubahan iklim. Pembelian air kemasan yang memang praktis justru menimbulkan masalah baru yakni semakin menggunungnya sampah yang menjadi wadah untuk air kemasan tersebut.
Hal ini mau tidak mau menjadi tanggungjawab kita bersama bagaimana agar kesinambungan air bis terus lestari. Daripada banyak mengeluh dan dan saling menyalahkan yang justru tidak menyelesaikan masalah mari kita sama-sama menyupayakan dengan sedikit kesadaran kita mulai berhemat air bersih:
- Kurangi penggunaan air saat mandi secukupnya saja tak perlu menghabiskan satu bak hanya untuk mandi
- Matikan keran air jika bak sudah penuh, saat gosok gigi gunakan gayung atau penampung air jangan langsung menggunakan aliran keran air
- Mencuci pakaian hanya jika pakaian sudah terkumpul banyak
- Bawa botol minuman dari rumah. Membeli air dalam kemasan justru bisa menyebabkan boros air bersih. Untuk memproduksi botol-botol tersebut diperlukan banyak sekali air. Selamatkan lingkungan dengan mengurangi pembeliannya , dan beli botol minuman berbahan alumunium yang dapat dipakai berulang-ulang dalam jangka waktu lama.
- Cuci sendiri kendaraan kita secara manual, jika tidak memungkinkan bawa ketempat cucian umum tapi yang tidak menggunakan mesin otomatis yang justru boros air
- Tanam tumbuhan yang hemat air. Beberapa jenis rumput perlu disiram secara teratur agar tidak kering dan mati. Jika Anda sudah terlanjur memiliki jenis rumput tersebut, sebaiknya kurangi area rumput dan ganti dengan tanaman yang pada umumnya dapat tumbuh dengan baik tanpa harus sering disiram.
So... yuk upayakan cara sederhana ini mulai dari diri sendiri, keluarga dan lingkungan dari sekarang.
Kamis, 15 Maret 2012
Cantikkah aku?
Adalah jamak ungkapan yang menyatakan cantik itu relatif...
Mungkin seringkali kita ini bertanya dalam hati
Entah memang sekedar bertanya atau meyakinkan diri sendiri
Cantikkah aku?
Cantik adalah ungkapan untuk menyatakan sesuatu keindahan, yang pada manusia selalu menciptakan ketertarikan
Kecantikan memiliki konsep yang berbeda-beda dari satu kebudayaan kepada kebudayaan lain dan selalu berubah-ubah dari satu masa ke masa yang lain
Namu satu hal yang pasti, kecantikan melekat pada diri seseorang, dalam hati, dan jiwa.
Kecantikan hati atau inner beauty yang menawan tidaklah diam melekat dalam diri saja, tetapi bergerak, memancar, menyentuh, menyinari orang-orang disekitarnya.
Kecantikan tidak dapat dikatakan memesona bila tidak dapat menyentuh kehidupan disekitarnya. Karena sudah sifat alaminya untuk selalu memancarkan, menyentuh hati semua orang yang ada disekelilingnya.
Kecantikan sudah ada dalam diri setiap orang, jadi tinggal bagaimana kualitas kecantikan itu mengeluarkan sifat alaminya.
Kualitas energi yang kita pancarkan menjadi penting, karena kita akan menarik orang-orang dengan kualitas energi sejenis dengan yang kita pancarkan.
Jawaban itu ada pada diri kita sendiri..
Sekarang masihkah kita bertanya Cantikkah aku?
Mungkin seringkali kita ini bertanya dalam hati
Entah memang sekedar bertanya atau meyakinkan diri sendiri
Cantikkah aku?
Cantik adalah ungkapan untuk menyatakan sesuatu keindahan, yang pada manusia selalu menciptakan ketertarikan
Kecantikan memiliki konsep yang berbeda-beda dari satu kebudayaan kepada kebudayaan lain dan selalu berubah-ubah dari satu masa ke masa yang lain
Namu satu hal yang pasti, kecantikan melekat pada diri seseorang, dalam hati, dan jiwa.
Kecantikan hati atau inner beauty yang menawan tidaklah diam melekat dalam diri saja, tetapi bergerak, memancar, menyentuh, menyinari orang-orang disekitarnya.
Kecantikan tidak dapat dikatakan memesona bila tidak dapat menyentuh kehidupan disekitarnya. Karena sudah sifat alaminya untuk selalu memancarkan, menyentuh hati semua orang yang ada disekelilingnya.
Kecantikan sudah ada dalam diri setiap orang, jadi tinggal bagaimana kualitas kecantikan itu mengeluarkan sifat alaminya.
Kualitas energi yang kita pancarkan menjadi penting, karena kita akan menarik orang-orang dengan kualitas energi sejenis dengan yang kita pancarkan.
Jawaban itu ada pada diri kita sendiri..
Sekarang masihkah kita bertanya Cantikkah aku?
Langganan:
Postingan (Atom)