Rabu, 02 Mei 2012

Sudahkah aku tersenyum hari ini?

"Mama memang gak marah... emang bawaan wajah mama dingin banget bikin orang segan atau sungkan gitu untuk minta tolong, coba deh ma senyum dikit aja kalau lagi liat orang" begitu komentar suamiku beberapa hari lalu. "mama sering senyum kok memang masih kurang ya?" jawabku saat itu. "Iya mama memang sering senyum tapi terbatas pada orang yang dikenal saja, gak ada salahnya kan kalau senyum juga ke orang yg belum atau tidak kenal sama sekali? Seyum itu ibadah lho" begitu timpalnya. Iya juga ya... gak ada salahnya jika aku memulai hari dengan tersenyum dan sepertinya memang memberi efek baik untuk sepanjang hari Memulai kebiasaan baik cukup efektif dimulai dari diri sendiri. Dari bangun tidur tersenyum kepada seisi rumah... diperjalanan menuju ke kantor dan seterusnya ( tapi bukan senyum palsu dan cari perhatian lho, kita pasti bisa menempatkan kemana senyuman yang akan kita lemparkan atau berikan) Terbukti setelah aku mulai menerapkannya beberapa hari terakhir rasanya enak aja walaupun awalnya agak kikuk tapi lama-kelamaan asyik juga. Jadi ingat kata bijak yang bilang: A smile cost nothing but created much It happens in a flash but the memory of it last forever It can not be begged, borrowed nor stolen yet it of no earthly good until given away So it in your travels you meet some one who is too weary to smile leave me of yours..for no one needs one quite as much as he who has to give hari ini aku sudah tersenyum belum ya..?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar