Minggu, 27 September 2009

MPASI ( 9-12 bulan)

LEBIH BANYAK VARIASI

Bayi Anda mulai mendekai masa batita. Ia sangat aktif dan cenderung sulit untuk berhenti bergerak. Semakin mendekati ulang tahun pertamanya, makanannya semakin bervariasi dan bertekstur kasar. Frekuensi makan juga bisa ditingkatkan menjadi 2-3 kali dengan 1-2 kali makanan selingan. Walaupun dia sudah mulai kehilangan minat pada payudara atau botol, lanjutkan pemberian ASI kapanpun bayi memintanya karena ASI tetap menjadi dasar utama dari kebutuhan nutrisinya selama masa pertumbuhan yang pesat ini.

Tetap perkenalkan jenis-jenis makanan baru untuk memperluas variasi makanan dan nutrisi yang dikonsumsinya.

Perkembangan kemampuan makan:
• Sama seperti usia 6-8 bulan DITAMBAH
• Lebih mudah menelan makanan.
• Memiliki lebih banyak gigi.
• Mampu mengambil makanan dan obyek lainnya dengan jempol dan telunjuk/jari tengah
• Memasukkan apapun dalam mulutnya.
• Menggerakkan rahang dalam gerakan mengunyah.
• Mengeksplorasi lingkungan sekitarnya melalui rasa, bau, suara dan penglihatan.
• Mulai siap untuk disapih menggunakan botol atau cangkir.

Apa yang diberikan:
• ASI/ ASI perahan atau susu formula DITAMBAH
• Beras/sereal (jenis apa saja)
• SAYURAN: buncis, kcg kapri, kcg panjang, labu
• BUAH: nanas, kiwi, mangga, melon
• PROTEIN: dg sapi, dg ayam, ati, kuning telur.
• PRODUK SUSU OLAHAN: keju cheddar dan yogurt untuk bayi.
• Finger food: potongan buah, biskuit bayi.
• Jus buah yang tidak asam

Yang Belum Boleh Diberikan:
• IKAN & KERANG
• SUSU SAPI

Jenis:
· 3-4 bahan dasar (sajikan terpisah atau dicampur)
· Tekstur kasar dan Finger Foods
· Dimasak (kecuali alpukat dan pisang matang)

Frekuensy:
· Makan utama: 2-3 kali per hari
· Cemilan: 2 kali per hari
· ASI sesuka bayi.

Porsi:
· Yogurt 50 ml, keju ukuran 1 kartu domino
. ¼ - ½ cangkir beras/cereal
· ¼ - ½ cangkir buah
· ¼ - ½ cangkir sayuran
· 1/8 - ¼ cangkir sumber protein.
· 50 ml jus buah

Tips Pemberian Makanan:

Pada usia ini, bayi Anda menjadi petualang sejati – merangkak, merambat dan mungkin sudah mulai berjalan. Dalam hal pemberian makan, penting sekali untuk diketahui orang tua bahwa orang tua harus memberikan contoh pola makan yang sehat serta memberikan makanan yang sehat untuk memastikan anak mempunyai pola makan sehat sepanjang masa.

· Perkenalkan makanan baru satu demi satu.
Jadi untuk satu jenis makanan beri waktu 2-4 hari.
Misalnya hari Senin selain memberikan makanan yang sudah pernah diterimanya kita perkenalkan kuning telur, pemberian kuning telur ini dilanjutkan sampai dengan Kamis.
Kenapa hal ini harus dilakukan? Untuk mempermudah deteksi alergi satu bahan makanan.
Bayangkan kalau kita memberi bayi kita 2 jenis makanan baru sekaligus (kuning telur dan keju misalnya) dan ternyata bayi kita mengalami reaksi alergi (gatal-gatal, batuk, beringus, sesak napas, dll), kita akan sulit mengetahui apakah bayi kita alergi terhadap kuning telur atau keju?
· Karena bayi sudah mulai mengunyah:
- Tingkatkan tekstur makanan. Anda bisa menghaluskan makanan dengan garpu atau mencincangnya, sehingga bayi akan dirangsang untuk mengunyah.
· Karena kemampuan bayi untuk memegang lebih berkembang:
- Perkenalkan finger foods seperti sayuran kukus atau buah yang lembek yang dipotong-potong seukuran 1 suapan bayi (wortel, kentang, mangga, pepaya).
- Walaupun Anda tetap menyuapinya, berikan bayi Anda sendok makan saat waktu makan dan biarkan dia untuk menyuapkan makanan sendiri. Hal ini juga mencegahnya untuk merampas sendok yang Anda pegang. Ia mungkin mengalami kesulitan atau kegagalan dalam menyuapi sendiri makanannya setidkanya sampai usia 1 tahun, namun latihan ini sangat baik untuk membangun kepercayaan dirinya. Mashed potato dan saus apel adalah makanan yang tepat untuk proses belajar ini. Anda bisa bergantian menyuapinya selagi dia mencoba untuk menyuapkan makanannya sendiri.
· Jangan berikan susu sapi (segar/UHT/bubuk) sampai anak usia 1 tahun.
Susu sapi bukanlah pengganti ASI yang tepat. Tunda pemberian susu sapi sampai bayi berusia 1 tahun.
· Ajak anak makan bersama keluarga.
Ajak anak duduk bersama keluarga saat waktu makan, baik bertepatan saat waktu makannya atau untuk menikmati saat-saat bercengkerama dengan keluarga. Berikan sedikit air/ASI/jus buah dalam training cup, atau peralatan makan untuk menyibukkan diri, atau cemilan sehat.
· Sedikit berantakan tidak apa-apa.
Mencoba dan mengeksplorasi hal-hal baru saat waktu makan akan membuat keadaan sedikit berantakan. Hal ini wajar karena anak sedang berada dalam tahap belajar. Agar Anda tidak kewalahan dan frustasi, tempatkan kursi makannya di atas alas lantai yang terbuat dari plastik, pastikan lap atau pel berada dalam jangkauan. Acara makan akan lebih efektif jika dilakukan saat anak sedang lapar sehingga dia akan tertarik untuk makan, bukannya bermain-main.
· Berikan makanan yang bervariasi.
- Dengan memberikan variasi rasa, bentuk, warna dan tekstur, maka anak Anda akan mendapatkan kandungan nutrisi yang dibutuhkannya, serta membentuk pola makan yang sehat dan tidak memilih-milih makanan. Jangan biarkan selera kita (terutama apa yang tidak kita suka) mempengaruhi pemilihan makanan untuk bayi Anda.
- Coba sajikan jenis makanan secara terpisah, jangan dicampur-campur, gunakan piring yang terkotak-kotak, sehingga anak bisa mengeksplorasi rasa dan tekstur dari setiap jenis makanan yang disajikan.
· Waspadai bahaya tersedak makanan
Beberapa jenis makanan mempunyai bentuk, ukuran atau tekstur yang bisa nyangkut di kerongkongan anak dan menyebabkan anak tersedak. Hindari pemberian makanan yang licin, atau berbentuk bulat utuh seperti anggur dan permen. Jenis makanan lain yang harus dihindari adalah kacang, selai kacang, potongan sayuran mentah, hotdog, potongan daging dan popcorn.
· Minum dari cangkir
- Jenis cangkir yang digunakan bervariasi. Pada umumnya, saat anak belajar minum, cangkir yang digunakan harus ringan, dan tanpa pegangan atau bagian yang menonjol. Bagian yang menonjol seperti di training cup pada umumnya sebaiknnya dihindari karena anak harus belajar memindahkan cairan dari bagian depan ke bagian belakang mulutnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar