Kamis, 03 Juni 2010

Juni, Afrika Selatan dan Piala Dunia 2010

Memasuki bulan Juni hawa yang selama ini panas (kita selalu menyalahkan global warming adalah pemicu perubahan iklim ini tanpa instropeksi sebenarnya kita juga adalah pelaku pengerusakan ekosistem bumi ini)semakin 'panas' saja. 'Demam' bola dimana-mana.
Ada anonim yang mengatakan Bola memang bisa menyatukan semua, sah-sah saja karena begitu dahsyatnya kekuatan bola ini bahkan puluhan ribu atau bahkan jutaan mata rela begadang hanya demi siaran langsung pertandingan bola. Atau yg lebih ekstrem banyak yang sampai menggadaikan harta dan uangnya demi bertaruh atas kemenangan tim favoritnya.

Berbicara mengenai Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan, sungguh merupakan hal yang menarik buat saya pribadi,(sebelumnya jangan berfikir saya adalah seorang pecinta sepakbola, sama sekali tidak, saya kurang tertarik untuk urusan bola itu sendiri)saya kagum kepada negara yang perut buminya menyimpan cadangan berlian ini.(sejarahnya...)

Mengingat begitu kayanya salah satu negara tertua di benua Afrika ini, saya tak habis fikir mengapa negara yang semestinya makmur dan sentosa berkat sumberdaya alamnya begitu timpang dengan kehidupan sosialnya.
Ada banyak kemiskinan dan kelaparan disana, narkotika, tindak kriminal dan angka perkosaan yang tinggi, serta perdagangan manusia (anak dan perempuan khususnya)sungguh sebuah ironi.

Terpilihnya Afrika Selatan sebagai tuan rumah penyelenggara 'pesta akbar FIFA WORLD CUP' seharusnya tidak saja memakmurkan para cukong atau pemilik bisnis yang berkaitan dengan event ini, namun lebih dari itu diharapkan dunia dapat melihat secara lebih dekat kondisi nyata Afrika Selatan yang sebenarnya (bukan hanya Capetown atau Johannesburg)

Teruslah berjuang Perempuan Afsel, tegakkan kepala dan berjalanlah tegar hadapi masa depanmu...!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar