Jumat, 14 Juni 2013

Orang tua adalah model utama

Anak adalah makhluk paling unik di dunia dan masa anak-anak adalah masa paling menyenangkan selama hidupnya.
Apapun perilaku dan tingkah lakunya pasti menunjukkan suasana menyenangkan dan bahagia

Sebagai orangtua seringkali kita memiliki harapan tinggi terhadap anak-anak kita,
namun perilaku yang kita harapkan belum tentu juga kita melakukannya.
Misalnya, berharap anak berlaku sopan, tetapi kita sendiri seringkali kasar
berharap anak senang membaca, tetapi kita sebagai orangtua sendiri tidak suka membaca.
Menyuruh anak sholat berjamaah, padahal diri sendiri sering meninggalkanya. Tentu cara ini tidak akan efektif.
Contoh yang baik, akan lebih melekat pada anak bila diiringi dengan penjelasan serta tindakan nyata.
Apa manfaatnya senang membaca buku, apa keuntungannya berjamaah di masjid dan sebagainya.
Dengan begitu, anak secara perlahan mulai mengerti tentang pentingnya melakukan perbuatan-perbuatan itu.
Sehingga yang diharapkan adalah anak melakukan perilaku tersebut secara sadar dan menyenanginya, bukan karena paksaan.

Orangtua disini adalah kita semua (orang dewasa)
Alangkah baiknya jika kita sebagai orang dewasa bisa memberikan contoh yang baik (atau setidaknya terus menerus berusaha)
baik itu melalui tindakan, ucapan serta tingkahlaku
Dalam bersikap dan bertingkah laku setiap anak memang banyak meniru pada lingkungannya, mulai dari orangtua, nenek-kakek, om,tante, pengasuh, tetangga, sekolah, guru, teman, bahkan dari berbagai media yang ia tonton.
Anak mudah sekali meniru apa yang dia lihat dan menjadikan lingkungan sebagai model kehidupan.
Mulai dari ucapan, misalnya kata-kata yang mudah untuk diikuti.
Atau, tingkah laku yang dilihat dari tontonan film.
Orangtua pada umumnya menjadi model utama bagi anak.
Karena ayah dan ibu adalah dua orang yang berperan dalam pola asuh anak sejak dia hadir ke dunia.
Maka, jangan kaget bila cara saat orangtua marah maupun saat menunjukkan kasih sayang, semua akan ditiru dan dipelajari anak.
Bila orangtua terbiasa menggunakan kata-kata kasar atau caci maki saat kesal dengan orang lain, anak juga akan mempelajarinya dan berpikir, "jikalau marah atau kesal terhadap orang lain, begitu ya caranya"
Sehingga, ketika anak kesal pada temannya atau bahkan kita orangtuanya, maka dia akan begitu juga.
Sebaliknya jika orang tua mengajarkan untuk saling sayang, saling menghormati, hormat pada orangtua dan kakak, sayang pada adik maka anak pun akan menirunya.
Pada semua orang anak akan menunjukkan rasa hormatnya dan bersikap santun.

Sudah seharusnya kita 'berinvestasi' dalam pembentukan karakter yang baik buat generasi penerus kita
Dear mama, papa, om, tante, kakak, nenek dan kakek semua yuk kita berusaha memjandi contoh yang baik buat anak-anak :)


* mengingatkan diri sendiri

Tidak ada komentar:

Posting Komentar