Kamis, 20 Juni 2013

Gadget canggih untuk anak-anak?

Adalah jamak jika sekarang kita melihat anak-anak bahkan balita menggunakan gadget canggih seperti smartphone dan tablet (walaupun biasanya hanya digunakan untuk bermain game).
Dan para orangtua sepertinya berlomba-lomba memberikan gadget canggih untuk anak-anak mereka dengan berbagai alasan.
Kenyataannya adalah orang tua yang bekerja memiliki waktu yang sedikit, sehingga gadget dapat membantu anak tetap tenang

Penggunaan berlebihan terhadap perangkat layar sentuh seperti tablet dan smartphone bisa menghambat perkembangan anak. Selain itu gadget bisa membuat penglihatan anak menjadi buruk serta membuatnya kecanduan
Oleh karenanya, perlu adanya pembatasan oleh para orang tua dalam penggunaan gadget.
Caranya adalah dengan memberi pengertian pada anak Anda bahwa fungsi gadget adalah untuk berkomunikasi sehingga penggunaannya perlu dibatasi

Benarkah gadget canggih seperti smartphone dan tablet bisa meningkatkan kemampuan belajar anak-anak? Produsen gadgets mungkin akan mengatakan ‘ya’ demi meningkatkan angka penjualan mereka.
Kalau saya pribadi aplikasi pada komputer tablet dan smartphone untuk anak sebenarnya hanya terbatas sebagai alat mengajar karena aplikasi tersebut biasanya hanya fokus pada satu jenis pembelajaran.
Aplikasi itu tidak mengajarkan keterampilan dan latihan. Hanya mengajarkan anak-anak untuk benar mengidentifikasi huruf, benda, warna dan lain sebagainya.
Selain itu, anak-anak tidak belajar sesuatu yang substansial, seperti bahasa dan emosi.

Anak-anak harus berinteraksi dengan dunia nyata sejak awal. Dunia memiliki lebih banyak hal yang dapat ditawarkan pada anak dan mereka perlu belajar tentang alam dan sekitar mereka.
Permainan digital tidak dapat menggantikan efek dramatis dari permainan yang konkret atau permainan di luar rumah dimana kunci pertumbuhan holistik anak.
Contoh, berlari dan memanjat dapat memperkuat keterampilan motorik kasar pada anak. Sebab permainan ini melibatkan penggunaan otot yang lebih besar seperti pada otot kaki. (Jadi ingat ketika kecil dulu, sekarang jarang banget ada pohon yang bisa dipanjat)
Anak-anak juga mengembangkan kognitifnya melalui permainan imajinatif, seperti bermain peran. Disamping itu, anak dapat mengeksplorasi, bereksperimen, belajar mengenai penemuan dan bukannya terhambat oleh gadget di mana mereka dapat mengatur keadaannya.

Kemajuan teknologi dan keamanan online adalah hal yang jelas menjadi isu penting sekarang ini.
Meski begitu, kemajuan tersebut bukanlah musuh orang tua dan hal ‘menyeramkan’ bagi anak-anak.
Selama orang tua mampu mengedukasi anak-anaknya untuk mengontrol apa yang baik dan buruk, maka gadget bisa menjadi teman yang ramah dan bermanfaat bagi perkembangan dan wawasan mereka. Dan saya yakin orangtua tau yang terbaik untuk putra-putrinya ;)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar