Senin, 26 Agustus 2013

Menyambut lahirnya teknologi 4G di pasar Indonesia

Sebelum eranya smartphone, bagi sebagian kita handphone hanyalah alat komunikasi yang digunakan untuk telephone, SMS, dan untuk bermain game sederhana. Pada masa ini merupakan eranya 2G. Namun dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi, pemanfaatan handphone kian beragam. Sekarang, Handphone dengan banyak manfaatnya ini selanjutnya diberi julukan hanphone pintar atau smartphone. Inilah adalah era selanjutnya yaitu 2.5G dan 3G. Disini, G yg dimaksud adalah ‘Generation’. Secara sederhana, dapat diartikan bahwa teknologi 1G adalah telepon analog / PSTN yang menggunakan seluler. Sementara teknologi 2G, 2.5G, dan 3G merupakan ISDN. ISDN (Integrated Services Digital Network) adalah suatu sistem telekomunikasi dimana layanan antara data, suara,dan gambar diintegrasikan ke dalam suatu jaringan, yang menyediakan konektivitas digital ujung ke ujung untuk menunjang suatu ruang lingkup pelayanan yang luas. Indonesia pada saat ini sebenarnya baru saja memasuki dan memulai tahap 3.5G atau yang biasa disebut sebagai HSDPA (High Speed Downlink Packet Access) yang mampu memberikan kecepatan akses hingga 3.6 Mb/s
Kini, smartphone tidak hanya menjadi lifestyle namun juga kebutuhan yang melampaui layanan telekomunikasi dasar, yaitu layanan multimedia yang dapat mendukung aktivitas sehari-hari secara mobile seperti transfer data dan video streaming dengan jaringan internet atau koneksi broadband. Hadirnya situs-situs jejaring sosial, instant messaging serta konten-konten di internet yang membutuhkan koneksi data berkecepatan tinggi, membuat kita harus menggantungkan diri pada jaringan internet atau koneksi broadband dengan jaringan yang cepat pula. Technology terkini 4G atau fourth-generation technology dipercaya sebagai solusi akan kebutuhan koneksi yang kian meningkat tersebut
4G sebenarnya adalah singkatan: fourth-generation technology. Singkatan ini mengacu pada pengembangan teknologi telepon seluler. Dan nama resmi dari teknologi 4G yang dikemukakan oleh IEEE (Institute of Electrical and Electronics Engineers) adalah “10G and beyond”.
4G merupakan teknologi seluler yang dikembangkan setelah 3G. 4G merupakan sistem berbasis IP yang ter-integrasi penuh. Data yang dikirimkan mampu menghasilkan kecepatan 100 Mb/detik dan 1 Gb/detik. Sistem 4G ini mampu mengkombinasikan data, suara, multimedia, sehingga dapat diterima oleh pengguna tanpa ada batasan ruang dengan kecepatan yang lebih tinggi lagi dari generasi sebelumnya.
System standard pengusung teknologi 4G antara lain, yaitu Longterm Evolution (LTE), Ultra Mobile Broadband (UMB) dan WiMax (Worldwide Interoperability for microwive access II.

WiMax merupakan teknologi akses nirkabel pita lebar (broadband wireless access atau disingkat BWA) yang memiliki kecepatan akses tinggi dengan jangkauan luas. WiMax merupakan evolusi dari teknologi BWA sebelumnya dengan fitur-fitur yang lebih menarik. Di samping kecepatan data yang tinggi mampu diberikan, WiMax juga membawa isu open standar. Dalam arti komunikasi perangkat WiMax di antara beberapa vendor yang berbeda tetap dapat dilakukan (tidak proprietary). Dengan kecepatan data yang besar (sampai 70 MBps), WiMax layak diaplikasikan untuk ‘last mile’ broadband connections, backhaul, dan high speed enterprise. WiMax adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan standar dan implementasi yang mampu beroperasi berdasarkan jaringan nirkabel IEEE 802.16, seperti WiFi yang beroperasi berdasarkan standar Wireless LAN IEEE802.11. Namun, dalam implementasinya WiMax sangat berbeda dengan WiFi. Yang membedakan WiMax dengan Wi-Fi adalah standar teknis yang bergabung di dalamnya. WiFi menggabungkan standar IEEE 802.11 dengan ETSI (European Telecommunications Standards Intitute) HiperLAN sebagai standar teknis yang cocok untuk keperluan WLAN, sedangkan WiMax merupakan penggabungan antara standar IEEE 802.16 dengan standar ETSI HiperMAN.

LTE adalah teknologi yang didaulat akan menggantikan UMTS/HSDPA. LTE diperkirakan akan menjadi standarisasi telepon selular secara global yang pertama. Istilah 3GPP Long Term Evolution atau yang biasa disingkat LTE adalah sebuah standar komunikasi akses data nirkabel tingkat tinggi yang berbasis pada jaringan GSM/EDGE dan UMTS/HSPA. Jaringan antarmuka-nya tidak cocok dengan jaringan 2G dan 3G, sehingga harus dioperasikan melalui spektrum nirkabel yang terpisah. Teknologi ini mampu mendownload sampai dengan tingkat 300mbps dan upload 75 mbps.

Antara WiMax dan LTE, LTE adalah kandidat terkuat yang diyakini akan memberikan keuntungan baik bagi operator maupun kepada pengguna.
Perkembangan teknologi di Indonesia memiliki pertumbuhan yang cukup tinggi. Seiring penerimaan teknologi yang tinggi, tentu berbanding lurus pada tuntutan pelanggan layanan komunikasi kepada para penyedia layanan. Jumlah pengguna internet mobile di Indonesia yang besar dan aktif dengan kebutuhan jaringan yang lebih baik inilah yang merupakan sebuah fokus utama disegerakannya pengimplementasian teknologi 4G. Akan tetapi faktor lain yang menjadi pertimbangan adalah kesiapan operator untuk pengimplementasian teknologi tersebut mengingat besarnya biaya mempersiapkan infrastruktur penunjang secara sangat serius, karena harus mencapai daerah-daerah yang berada di pelosok Indonesia, serta keadaan alam Indonesia yang terdiri atas ribuan pulau - pulau, sehingga menyulitkan untuk menerapkan jaringan mobile dengan kapasitas yang setara.

Konsumen telah mengetahui manfaat teknologi LTE. Konsumen umumnya mengetahui melalui teknologi tersebut akan meningkatkan kecepatan unduh serta unggah dan memberikan respon lebih cepat dalam melakukan video streaming. Teknologi LTE merupakan perkembangan pengalaman dari mobile broadband, namun bila dalam perkembangan awal para pengguna tidak siap membayar untuk mengakses LTE, sebagian besar operator tidak membebankan biaya untuk menikmati LTE, namun beban biaya tersebut bias dimasukan dalam paket data.
Pemerintah Indonesia sendiri telah menetapkan bahwa layanan LTE sudah bisa digelar di frekuensi 2,3 Ghz. Frekuensi tersebut sebelumnya digunakan untuk layanan Wi-Max namun pemerintah sudah mengalokasikannya sebagai ruang teknologi netral. Dari segi frekuensi sudah siap. Sekarang tinggal operator yang memutuskan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar