Sabtu, 30 Mei 2009

Hyperemesis

Apa itu HG/ HEG (Hyperemesis Gravidarum) ?

Mungkin itu yang ada dibenak kita sebagai orang awam, namun istilah itu sebenarnya amatlah familiar didalam dunia kedokteran terutama bagi dokter kandungan. HG/HEG (Hyperemesis Gravidarum) adalah mual dan muntah yang berlebihan bahkan tidak sedikit sang ibu yang mengalami pingsan yang disebabkan oleh hormone kehamilan.

Hyperemesis gravidarum (from Greek hyper and emesis and Latin gravida; meaning "excessive vomiting of pregnant women") is a severe form of morning sickness, with unrelenting, excessive pregnancy-related nausea and/or vomiting that prevents adequate intake of food and fluids.[1] Hyperemesis is considered a rare complication of pregnancy but, because nausea and vomiting during pregnancy exist on a continuum, there is often not a good diagnosis between common morning sickness and hyperemesis. Estimates of the percentage of pregnant women afflicted range from 0.3% to 2%.

Hyperemesis gravidarum merupakan suatu keadaan yang dikarakteristikkan dengan rasa mual yang berlebihan, muntah, kehilangan berat badan, dan gangguan keseimbangan elektrolit. Sebagian besar ibu hamil (70-80%) mengalami morning sickness dan sebanyak 1-2% dari semua ibu hamil mengalami morning sickness yang ekstrim yang disebut hyperemesis gravidarum. Hyperemesis gravidarum tidak dapat dicegah namun ibu hamil dapat menjadi lebih nyaman jika mengetahui cara manajemen perawatan hyperemesis gravidarum tersebut.
Kasus hyperemesis gravidarum ringan dapat diatasi dengan perubahan diet, istirahat dan pemberian antasida. Keadaan yang lebih parah hampir selalu memerlukan perawatan di Rumah Sakit untuk penggantian cairan tubuh yang hilang akibat muntah, dan mendapatkan nutrisi melalui iv line.

Penyebab hyperemesis gravidarum belum diketahui. Keadaan tersebut mungkin berhubungan dengan perubahan hormonal akibat kehamilan. Hypermemesis gravidarum lebih sering dialami oleh ibu dengan kehamilan multipel (kembar dua atau lebih) dan seorang wanita yang mengalami hyperemesis gravidarum pada kehamilan sebelumnya mempunyai kemungkinan mengalami hyperemesis gravidarum pada kehamilan berikutnya.
Pada kondisi tertentu, mual dan muntah selama hamil adalah biasa, tapi bila mual dan muntah itu berlebihan itulah yang bisa membahayakan kondisi fisik si Ibu dan kandungannya. Siklus Hyperemesis Gravidarum ini memang berfariasi, mungkin ada beberapa wanita yang menjalaninya dalam kurun waktu 1 bulan, 4 bulan atau 6 bulan.

Namun dalam fase Hyperemesis ini selama hampir 9 bulan ( mulai 3 minggu usia kehamilan aku mengalami mual muntah berkepanjangan sampai-sampai tak ada lagi yang bisa aku muntahkan. Aku divonis HG stadium 3 oleh dokter kandunganku. Selama sembilan bulan masa kehamilanku aku lebih banyak terbaring di Rumah sakit, hal ini tentu membuatku mengalami dehidrasi serta penurunan berat badan yang drastis. aku tidak bisa bangun dari tempat tidur, setiap apa yang aku makan dan minum selalu dimuntahkan kembali, sehingga dibantu dengan infus untuk mencegah kehilangan cairan tubuh ku".

Dalam hal ini kesabaran seorang suami memang sangat diperlukan untuk memberikan support pada sang istri dalam menjalani fase tersebut, karena jika pihak keluarga kurang memperhatikan dalam hal ini kemungkinan bagi wanita hamil yang menjalani fase tersebut akan mengalami gangguan keseimbangan cairan dan hal terburuk yang bisa terjadi adalah dapat berdampak pada bayi dalam kandungan tersebut.(Terima kasih buat suamiku tercinta yang selalu mendampingiku tanpa lelah selama menjalani kehamilan ini)

Gejala hyperemesis yang dialami berbeda diantara ibu hamil. Namun gejala umum hyperemesis gravidarum antara lain :
• Mual dan muntah berat terutama pada trimester pertama kehamilan
• Muntah setelah makan atau minum
• Kehilangan berat badan >5% dari BB ibu hamil sebelum hamil, (rata-rata kehilanagn BB 10%)
• Dehidrasi
• Penurunan jumlah urine
• Sakit kepala
• Bingung
• Pingsan
• Jaundise
Hypermesis gravidarum harus mendapatkan perhatian khusus dalam manajemen pengelolaannya karena hyperemesis dapat menyebabkan gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit, defisiensi nutrisi, gangguan liver dan jaundise (warna kuning pada kulit, mata dan membran mukosa) yang dapat terjadi pada hyperemesis gravidarum yang parah. Kehilangan berat badan ibu hamil yang berlebih dan kekurangan nutrisi berefek pada pertumbuhan janin.

Perbedaan Morning Sickness dan Hyperemesis Gravidarum

Morning Sickness
Mual kadang disertai muntah
Mual berkurang pada 12 mgg kehamilan
Muntah tidak menyebabkan dehidrasi
Masih toleran terhadap makanan tertentu

Hyperemesis Gravidarum
Mual berat disertai muntah
Mual tidak berkurang setelah 12 mgg kehamilan
Muntah menyebabkan dehidrasi berat
Tidak toleran terhadap makanan

Treatment Hyperemesis Gravidarum

Tujuan Treatment :
• Menurunkan rasa mual dan muntah
• Mengganti kehilangan cairan dan elektrolit
• Memenuhi kebutuhan nutrisi dan mengatasi kehilangan BB ibu hamil

Hospitalisasi diperlukan untuk mengatasi hyperemesis gravidarum yang parah. Semua makanan dan minuman dihentikan sementara untuk mengistirahatkan GI track.

Tindakan perawatan di Rumah Sakit antara lain :
• Pemberian cairan intra vena : untuk memberikan hidrasi, elektrolit, vitamin dan nutrisi
• Percutaneus endoscopic gastrotomy : memberikan nutrisi
• Medikasi : Metoclopramide, Antihistamin, dan anti reflux medication.

Tindakan perawatan pada Hyperemesis gravidarum :
• Bed rest : membuat ibu hamil lebih nyaman, namun harus berhati-hati karena istirahat terlalu banyak menyebabkan kehilangan berat badan.
• Akupresur : menekanan pada titik anti mual dan muntah yang terletak pada 3 jari diatas pergelangan diantara dua tendon. Lakukan penekanan secara lembut selama 3 menit untuk masing-masing tangan.
• Hypnosis.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar