
Januari 2006,
Cinta pada pandangan pertama?
Kadang aku jadi merasa malu dan lucu sendiri, dulunya aku adalah orang yang sangat memikirkan sesuatu serba terukur dan terarah, punya alasan logis dan memiliki pandangan tersendiri dalam segala hal termasuk ‘cinta’ dan kriteria calon pendampingku kelak.
Itu dulu, tapi kenapa kali ini tidak?
Mungkin bagi sebagian orang cinta pada pandangan pertama itu tak lebih dari bait pertama pembukaan roman picisan atau novel stensilan zaman baheula… tidak masalah bagiku anggapan itu, tapi yang pasti itulah yang kualami ketika bertemu dengannya.
Ada rasa yang aku sendiri susah untuk menggambarkannya.
Debaran jiwa begitu halus tapi penuh keyakinan, pokoknya klik aja dan ‘terkunci’ sudah ‘sepertinya dialah yang akan menjadi jodohku’ (gubrakkk… segitunya, kenal aja baru).
Tak ada alasan, tak ada logika, tak ada pertimbangan pokoknya suka aja.
Ya apa adanya mengalir begitu saja seperti lirik lagunya Phill Collin ”I love you just the way You are”
Maret 2006
Dia memintaku untuk menjadi istrinya (what a …... ?? )
Senang…?, tentu,
Kaget……?, banget
Tapi aku yakin dan kujawab ‘iya’, bilang aja sama orangtuaku.
April - Oktober 2006 :
Persiapan
Aku bersyukur punya sahabat yang banyak membantuku, meski aku lebih terobsesi untuk mempersiapkan sendiri segala sesuatunya. Mulai dari undangan, gedung, pakaian pengantin, format acara, bunga, sampai lagu yang akan dijadikan soundtrack untuk video pernikahanku (sok perfect banget deh… )
Nopember 2006 :
‘My wedding’
The day has come… I stand as a bride
sungguh... aku jatuh cinta pada lengkung alis dan teduhnya pandangmu.....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar